BERITA

Berita
Syncore Indonesia

BPKAD Kota Surakarta Gelar Bimtek Pengelolaan Keuangan BLUD Bersama Syncore Indonesia

BPKAD Kota Surakarta Gelar Bimtek Pengelolaan Keuangan BLUD Bersama Syncore Indonesia

Surakarta, 16 Oktober 2024 — Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surakarta bekerja sama dengan Syncore Indonesia menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Gedung BPKAD Surakarta, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Pasar Kliwon. Melalui kegiatan ini, BPKAD Kota Surakarta diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pengelola keuangan daerah agar mampu menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan (PPK) BLUD secara lebih transparan, efisien, dan akuntabel.Kegiatan Bimtek dihadiri oleh perwakilan dari 21 Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di Kota Surakarta, yang terdiri atas 17 puskesmas, dua rumah sakit umum daerah (RSUD), satu UPTD Solo Technopark, serta satu UPTD Transportasi. Melalui kolaborasi dengan Syncore Indonesia, kegiatan ini memfokuskan pembahasan pada review Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) Murni, RBA Perubahan, Pergeseran Anggaran, serta Penatausahaan Penerimaan dan Pengeluaran Triwulan III Tahun 2024.Sebagai mitra pendampingan dalam pengelolaan keuangan daerah, Syncore Indonesia menghadirkan Yuni Pratiwi, S.Ak., M.Ak., selaku narasumber dari Tim Syncore BLUD. Beliau memberikan arahan teknis mengenai tata cara input data keuangan melalui sistem aplikasi Syncore e-BLUD, khususnya dalam memastikan kesesuaian antara RBA dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), serta pencatatan penatausahaan keuangan yang sesuai dengan rekening koran dan Buku Kas Umum (BKU) manual. Selama sesi berlangsung, peserta melakukan pengecekan langsung terhadap data masing-masing UPTD untuk memastikan setiap proses pelaporan keuangan telah disusun dan dilaporkan sesuai dengan ketentuan dan standar PPK BLUD yang berlaku di pemerintah daerah.Kegiatan berlangsung secara interaktif, di mana peserta dapat berdiskusi langsung terkait permasalahan teknis seperti histori pergeseran anggaran, pengesahan perubahan RBA, hingga pencatatan sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA). Narasumber menjelaskan bahwa sistem telah menyediakan fitur histori untuk memantau pergeseran per rekening, dan dokumentasi berita acara tetap perlu dibuat secara offline sebagai bukti administrasi. “Melalui sistem ini, kami berupaya membantu setiap UPTD agar lebih mudah melakukan penelusuran data keuangan dan memastikan setiap perubahan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara transparan,” ujar Yuni Pratiwi, S.Ak., M.Ak., narasumber dari Tim Konsultan Syncore Indonesia.Melalui Bimtek ini, BPKAD Kota Surakarta berupaya meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam penerapan PPK BLUD. Dalam kegiatan ini, Syncore Indonesia memberikan pendampingan menyeluruh dengan memanfaatkan fasilitas tools sistem aplikasi Syncore e-BLUD, yang membantu setiap UPTD memahami siklus keuangan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, realisasi, hingga pelaporan akhir. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat proses validasi data dan mengurangi risiko kesalahan administrasi.Usai kegiatan, BPKAD Kota Surakarta mendorong seluruh UPTD untuk segera menyesuaikan hasil review di sistem Syncore e-BLUD. Penyesuaian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat akuntabilitas publik serta memastikan pelaporan keuangan setiap UPTD siap untuk dikonsolidasikan di tingkat SKPD sesuai dengan pagu anggaran yang disahkan. Melalui pendampingan yang dilakukan oleh Syncore Indonesia dalam PPK BLUD untuk UPTD BLUD di seluruh Indonesia, BPKAD Kota Surakarta menegaskan komitmen terhadap PPK BLUD yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat sebagai wujud nyata dalam memperkuat implementasi PPK BLUD dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta.

Syncore Gelar Pelatihan Renstra Dengan RSKGM Kota Bandung

Syncore Gelar Pelatihan Renstra Dengan RSKGM Kota Bandung

Pada tahun 2024, Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Kota Bandung bekerja sama dengan Syncore Indonesia dalam Pelatihan Penyusunan Dokumen Rencana Strategis (Renstra) di Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan secara offline dan diikuti oleh empat perwakilan RSKGM Kota Bandung yang terdiri dari Kepala Bidang Tata Usaha, Kepala Bidang Layanan, Kepala Seksi Penunjang Medis dan Kepala Bidang Seksi Non Medis. Tujuan dari pelatihan tersebut untuk membantu RSKGM dalam menyusun dokumen Renstra yang sesuai dengan ketentuan terbaru. Pelatihan dilaksanakan untuk mendukung RSKGM Kota Bandung dalam menyusun dokumen Renstra agar sejalan dengan dokumen Renstra dinas. Selain itu, pelatihan ini penting dilakukan karena terdapat tantangan yang dihadapi oleh RSKGM Kota Bandung dengan adanya pergantian kepala daerah. Pada momen ini, pergantian kepala daerah menjadi alasan bagi RSKGM Kota Bandung untuk memperbarui dokumen renstra agar selaras dengan visi dan misi kepala daerah serta tujuan dan sasaran Dinas Kesehatan terkait. Dalam memberikan pelatihan, Syncore Indonesia menerapkan metode pelatihan komprehensif agar menghasilkan dokumen renstra yang dapat diimplementasikan secara optimal. Selama pelatihan berlangsung, peserta diberikan materi, template dokumen renstra, serta penjelasan alur penyusunan dokumen renstra tersebut. Konsultan Syncore juga melakukan review terhadap hasil dokumen yang disusun oleh klien untuk memastikan kesesuaian dengan standar yang berlaku.Kegiatan ini melibatkan narasumber dari Syncore Indonesia yaitu Siti Nur Maryanti S.E., CAAT., yang berperan dalam penyampaian materi serta pendampingan praktik penyusunan dokumen Renstra. Keterlibatan narasumber mampu membantu peserta dalam memahami isi dokumen maupun penerapan praktik dalam penyusunan dokumen Renstra BLUD. Dengan demikian, rumah sakit dapat memiliki rencana yang terukur dan terstruktur dalam mengembangkan layanan serta memperluas praktik bisnis yang sehat. Hasil kegiatan ini berpotensi memberikan manfaat bagi RSKGM Kota Bandung, tetapi juga menjadi contoh bagi BLUD lainnya dalam menyusun dokumen Renstra yang sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan organisasi. Pendekatan komprehensif yang diterapkan Syncore Indonesia diharapkan dapat memperkuat kapasitas perencanaan strategis di sektor publik sehingga setiap BLUD mampu mewujudkan tata kelola yang efektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

Praja Samin Surosentiko Tingkatkan Kapasitas BUM Desa Bersama Syncore

Praja Samin Surosentiko Tingkatkan Kapasitas BUM Desa Bersama Syncore

Dalam upaya meningkatkan kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), Syncore Indonesia dipercaya oleh Praja Samin Surosentiko Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora untuk menjadi mitra narasumber dalam pelatihan pengelolaan BUM Desa Kecamatan Jepon. Kegiatan ini diselenggarakan pada 5 Oktober 2024 di Best City Hotel Yogyakarta. Sebanyak 48 peserta turut hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri dari ketua, pengurus BUM Desa, serta perangkat desa dari seluruh desa di Kecamatan Jepon.Pelatihan pengelolaan BUM Desa di Kecamatan Jepon merupakan bentuk komitmen untuk mendorong BUM Desa menjadi penggerak ekonomi lokal yang berdaya saing. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas bagi pengurus BUM Desa serta perangkat desa, dalam mengelola BUM Desa. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan langkah penting agar BUM Desa dapat mandiri dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa.Materi pelatihan disampaikan oleh Widodo Prasetyo Utomo S.Ak., atau yang akrab disapa Pras, selaku konsultan Syncore Indonesia. Pras mengajak peserta melalui topik bertajuk “Filosofi, Revitalisasi, dan tata kelola Kelembagaan BUM Desa Pasca PP Nomor 11 Tahun 2021” untuk memahami kembali peran strategis BUM Desa sebagai lembaga ekonomi desa yang berperan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola, kolaborasi antar pihak, serta kepemimpinan yang adaptif dalam menghadapi perubahan regulasi serta dinamika pembangunan desa.Selain Pras, Maulana Rizka Mahendra dari Syncore Indonesia turut memandu sesi diskusi yang bersifat interaktif. Peserta diajak berdiskusi tentang kondisi nyata yang dialami BUM Desa di Kecamatan Jepon dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan usaha desa. Melalui pendekatan diskusi dan studi kasus, peserta didorong untuk menciptakan strategi pengembangan BUM Desa yang berorientasi pada keberlanjutan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.Dengan adanya kegiatan pendampingan ini, BUM Desa di Kecamatan Jepon diharapkan mampu memperkuat kelembagaan dan tata kelolanya, serta bertransformasi menjadi lembaga ekonomi desa yang mandiri dan inovatif. Peningkatan kapasitas pengurus dan perangkat desa menjadi langkah awal dalam mewujudkan pengelolaan ekonomi desa yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Syncore Menjadi Narasumber Dalam Menguatkan Kelembagaan BUM Desa Cepogo

Syncore Menjadi Narasumber Dalam Menguatkan Kelembagaan BUM Desa Cepogo

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 04 Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam kegiatan ini Syncore Indonesia menjadi narasumber di BUM Desa di Kecamatan Cepogo, Boyolali, Kamis, 29 Februari 2024. Tujuan kegiatan yaitu memberikan edukasi mengenai apa itu BUM Desa, pentingnya penerapan BUM Desa untuk membantu menumbuhkan, menguatkan dan mengembangkan BUM Desa di seluruh Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh enam desa di antaranya Desa Candi Gatak, Desa Kembang Kuning, Desa Sukabumi, Desa Wonodoyo, Desa Gedongan, dan Desa Sumbung.Havri Ahsanul Fu’ad, S.Ak., M.Ak, selaku Konsultan Syncore, menyampaikan dalam alur pendaftaran badan hukum BUM Desa. Pertama, BUM Desa melaksanakan pengajuan nama setelah memenuhi ketentuan dan mendapatkan persetujuan. Selanjutnya, BUM Desa dapat melakukan musyawarah desa dengan output peraturan desa sebagai syarat dalam pengajuan badan hukum. Setelah memiliki peraturan desa, BUM Desa dapat melakukan pendaftaran dengan mengisi formulir elektronik di sistem informasi desa dan mengunggah data pendukung setelah selesai menunggu penerbitan sertifikat pendaftaran badan hukum.Metode penyampaian materi dilakukan melalui pemaparan langsung oleh narasumber, dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama peserta. Melalui sesi ini, peserta dapat menyampaikan pendapat maupun pertanyaan terkait hal-hal yang belum dipahami, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan dibahas secara menyeluruh.Konsultan Syncore, menyampaikan bahwa kunci keberhasilan BUM Desa yang pertama ada pada dedikasi pengurus kemampuan dan kejujuran dalam mengelola BUM Desa. Kedua, ditunjukkan dengan adanya hubungan maupun komunikasi yang harmonisasi antara direktur dengan kepala desa. Ketiga, keberhasilan BUM Desa dibuktikan dengan mendapatkan pembinaan dan pengawasan dari pemerintah. Syncore Indonesia hadir dalam menguatkan pengelolaan BUM Desa di seluruh Indonesia. Dengan sertifikat hukum, BUM Desa berpeluang memperoleh pembinaan serta akses bantuan dari pemerintah. Selain itu, BUM Desa mampu meningkatkan PADes dengan dukungan dalam proses pembuatan badan hukum. Kegiatan KKN Mahasiswa UNS yang menghadirkan tim Syncore BUM Desa di Kecamatan Cepogo, diharapkan mampu membantu desa-desa di Cepogo dalam mengoptimalkan aset, membangun unit usaha inovatif, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Puskesmas Sukamara Mantapkan Kesiapan Audit Lewat Pra Audit Bersama Syncore

Puskesmas Sukamara Mantapkan Kesiapan Audit Lewat Pra Audit Bersama Syncore

Puskesmas Sukamara Kabupaten Sukamara melaksanakan kegiatan pendampingan pra audit bersama Syncore Indonesia untuk meningkatkan kesiapan menghadapi audit eksternal atas laporan keuangan tahun 2024. Kegiatan ini berlangsung dari 1 Maret hingga 30 April 2025 dan dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting, telpon, whatsapp, serta email. Sebagai Puskesmas yang sudah berstatus BLUD, audit menjadi kewajiban penting untuk memastikan pengelolaan keuangan berjalan transparan dan akuntabel.Pendampingan pra audit dilakukan untuk meninjau kembali kelengkapan serta kesesuaian laporan keuangan puskesmas BLUD dengan mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) sebagai pedoman penyusunan laporan keuangan instansi pemerintah. Kegiatan ini bertujuan membantu Puskesmas Sukamara mempersiapkan dokumen dan pencatatan keuangan agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebelum dilakukan audit eksternal. Dengan pendampingan ini, Syncore Indonesia berperan memastikan laporan keuangan tersusun rapi, akurat, dan siap untuk diperiksa oleh pihak pemeriksaan keuangan independen sesuai standar audit yang diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP).Kerja sama dengan Syncore Indonesia menjadi bagian penting dalam mendukung penerapan tata kelola keuangan BLUD yang andal dan profesional. Pendekatan yang digunakan bersifat sistematis dan berbasis proses (process based) agar tidak hanya menghasilkan dokumen, tetapi juga transfer pengetahuan kepada tim keuangan puskesmas. Tim konsultan Syncore Indonesia memberikan arahan teknis dan melakukan review awal terhadap kelengkapan laporan keuangan yang akan diaudit.Menurut tim konsultan Syncore Indonesia, kegiatan pra audit ini juga menjadi sarana evaluasi diri bagi puskesmas BLUD. Melalui sesi diskusi dan pemeriksaan dokumen, setiap potensi temuan atau kekeliruan dapat diperbaiki lebih awal sebelum proses audit eksternal berlangsung. Langkah ini memperkuat kesiapan Puskesmas Sukamara sebagai BLUD dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.Selama pendampingan, tim melaksanakan sejumlah tahapan, mulai dari assessment dan penyusunan kerangka acuan kerja, pengumpulan dan pengecekan dokumen keuangan, hingga penyusunan dokumen review notes. Setiap tahapan dilakukan dengan koordinasi intensif antara tim konsultan dan staf keuangan puskesmas BLUD. Hasil kegiatan berupa dokumen laporan temuan audit dan review notes yang menjadi dasar perbaikan administrasi keuangan di masa mendatang.Kegiatan pra audit ini merupakan langkah penting bagi Puskesmas Sukamara sebagai BLUD dalam memastikan laporan keuangan disusun dengan benar dan sesuai aturan yang berlaku. Pendampingan bersama Syncore Indonesia membantu Puskesmas Sukamara dalam penyempurnaan sistem pencatatan keuangan agar laporan keuangan akurat dan sesuai standar yang berlaku. Melalui kerja sama dengan Syncore Indonesia, Puskesmas Sukamara diharapkan dapat menjadi contoh bagi puskesmas lain dalam penerapan tata kelola keuangan BLUD yang profesional. Pendampingan pra audit ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses pembelajaran berkelanjutan yang memperkuat budaya transparansi dan akuntabilitas di setiap lini pelayanan kesehatan.

Syncore Indonesia Sediakan Co-Working Space untuk Operasional Pinhome

Syncore Indonesia Sediakan Co-Working Space untuk Operasional Pinhome

Perusahaan teknologi properti Pinhome menjalin kerja sama dengan Syncore Indonesia dalam bentuk sewa tempat untuk kegiatan outsourcing yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional customer service (CS). Kolaborasi ini dimulai sejak Februari 2024 dan masih berlanjut hingga saat ini. Kegiatan tersebut berlokasi di Gedung Talenta, yang merupakan salah satu ruang kerja yang dikelola melalui unit usaha Ekola Co-Working Space milik Syncore.Pinhome memilih Ekola Co-Working Space karena lokasinya strategis, nyaman, dan memiliki fasilitas kerja yang lengkap. Fasilitas yang digunakan meliputi ruang kerja bersama dan penyewaan laptop untuk mendukung operasional CS agar lebih efisien. Ekola Co-Working Space juga menyediakan berbagai layanan penyewaan, mulai dari one day, half day, full day, hingga penyewaan jangka panjang. Kerja sama antara Pinhome dan Syncore Indonesia berawal dari hubungan bisnis yang telah terjalin sebelumnya. Pinhome mengenal Syncore Indonesia melalui layanan business process outsourcing (BPO) yang pernah ditawarkan oleh Syncore Indonesia di masa lalu. Kini, karena Pinhome sudah memiliki tim CS sendiri, bentuk kerja samanya berfokus pada penyewaan ruang kerja. Dengan langkah ini, Pinhome dapat memiliki tempat kerja yang representatif tanpa harus mengelola infrastruktur tambahan.Kerja sama ini memberikan dampak positif bagi kelancaran operasional tim Pinhome. Fasilitas yang disediakan oleh Syncore sangat membantu dalam mendukung produktivitas kerja. Ruang kerja yang nyaman dan suasana yang kondusif membuat tim CS dapat lebih fokus dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Fleksibilitas sistem sewa yang ditawarkan oleh Ekola Co-Working Space juga dinilai sesuai dengan kebutuhan perusahaan.Sebelum menjalin kemitraan dengan Syncore Indonesia, Pinhome menghadapi kendala dalam penyediaan ruang kerja yang layak untuk tim CS . Melalui kerja sama penyewaan ruang di Ekola Co-Working Space, tim kini dapat bekerja secara optimal dengan suasana yang lebih produktif. Lingkungan kerja yang nyaman serta dukungan fasilitas lengkap berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan pelanggan dan pencapaian target perusahaan.Kerja sama antara Pinhome dan Syncore Indonesia menjadi contoh sinergi positif antara perusahaan teknologi dan penyedia ruang kerja fleksibel di Yogyakarta. Tim Syncore Indonesia yang berkomitmen dalam unit usaha Ekola Co-Working Space terus berupaya memberikan fasilitas terbaik dan mendukung kebutuhan mitra bisnis. Tim Syncore berharap kerja sama sewa tempat untuk kegiatan outsourcing ini dapat berlanjut dan menjadi inspirasi bagi perusahaan lain yang mencari solusi ruang kerja efisien, fleksibel, dan nyaman untuk mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan.

Syncore Indonesia Dampingi PIP2B Sumatera Selatan untuk Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan BLUD

Syncore Indonesia Dampingi PIP2B Sumatera Selatan untuk Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan BLUD

Pendampingan yang dilakukan oleh Syncore Indonesia menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola keuangan di lingkungan pemerintah daerah bagi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Informasi Pengembangan Permukiman dan Bangunan (PIP2B). Pendampingan ini berlangsung pada 26 Juni - 26 Oktober 2022. Untuk memulai pendampingan tersebut, Niza Wibyana Tito, M.Kom., M.M., M.Ak., CAAT., yang merupakan Pakar Badan Layanan Umum Daerah (Pakar BLUD) melakukan pemaparan Pola Pengelolaan Keuangan BLUD (PPK BLUD) dan syarat-syarat penerapannya. Pemaparan tersebut dilakukan melalui Zoom Meeting. Pendampingan ini dilakukan untuk membantu PIP2B meningkatkan layanan dan memperbaiki tata kelola keuangannya agar lebih fleksibel. Pendampingan ini terdapat dua tahap yaitu menyusun dokumen kajian kelayakan dan penyusunan dokumen administratif sebagai syarat penerapan BLUD. PPK BLUD memberi keleluasaan tata kelola yang lebih fleksibel dibandingkan mekanisme pengelolaan daerah umum, sehingga memungkinkan peningkatan efisiensi, produktivitas, dan transparansi pelayanan publik. Terdapat tiga persyaratan utama yang harus dipenuhi untuk penerapan BLUD: substantif, teknis, dan administratif. Tenaga ahli Prafidhya Dwi Yulianto, S.E., M.Ak., memimpin pendampingan studi kelayakan untuk melihat potensi layanan dan pendapatan PIP2B. Hasilnya menunjukkan bahwa “PIP2B memiliki potensi untuk menerapkan BLUD karena adanya peluang pendapatan dari layanan yang dapat dioptimalkan dan struktur kelembagaan yang dapat ditingkatkan menjadi lebih akuntabel,” ujar Dwi. Setelah itu, tim konsultan Syncore melakukan penyusunan dokumen administratif pendukung penerapan BLUD meliputi; Surat Pernyataan Kesanggupan Meningkatkan Kinerja, Surat Pernyataan Bersedia Diaudit, dan Dokumen Pola Tata Kelola, Standar Pelayanan Minimal (SPM), Rencana Strategis (Renstra), dan Proyeksi Laporan Keuangan. Pendampingan ini merupakan wujud komitmen Syncore Indonesia dalam memperkuat tata kelola kelembagaan dan manajemen keuangan di lingkungan pemerintah daerah. Melalui pendampingan ini, Syncore Indonesia membantu dalam membangun sistem pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan selaras dengan regulasi yang berlaku. Syncore Indonesia terus berperan sebagai mitra strategis bagi instansi pemerintah dalam mendorong penerapan BLUD yang berkelanjutan dan profesional, guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik yang adaptif dan berdaya saing.

Bapelkes Yogyakarta Gelar Pelatihan Penyusunan Renstra BLUD 2024

Bapelkes Yogyakarta Gelar Pelatihan Penyusunan Renstra BLUD 2024

Yogyakarta - Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Yogyakarta melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada Selasa, 26 Maret 2024 di Ruang Saraswati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bapelkes Sugiharta bersama 14 peserta dari berbagai bagian internal, seperti perencanaan, keuangan, dan pelayanan teknis. Kegiatan berlangsung satu hari penuh dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Sabihaini, S.E., M.Si. untuk memperkuat pemahaman peserta terkait sistematika dan metode penyusunan Renstra BLUD yang sesuai standar.Kepala Bapelkes Yogyakarta Bapak Sugiharta menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya peningkatan kapasitas dalam penyusunan dokumen strategis sebagai salah satu persyaratan pembentukan lembaga BLUD. Bapelkes menggandeng Syncore Indonesia sebagai mitra pendamping agar proses penyusunan dokumen berjalan lebih komprehensif. “Tahun ini kami mulai menyusun dan membuat laporan Renstra. Pendampingan ini penting agar dari sisi kelengkapan dan konteks dokumen bisa lebih baik,” ujarnya dalam sambutan pembuka.Dalam sesi pelatihan, Prof. Dr. Sabihaini, S.E., M.Si. menyampaikan materi seputar strategic planning, formulasi strategi, hingga indikator target Renstra. Beliau juga memberikan template dokumen Renstra yang dapat dijadikan acuan oleh peserta. “Pelatihan dokumen Renstra untuk Bapelkes Yogyakarta ini bertujuan memberikan pemahaman dan recall bagaimana menyusun Renstra yang benar serta sistematikanya. Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan template penyusunan Renstra sebagai panduan,” jelas Prof. Dr. Sabihaini, S.E., M.Si.Kegiatan Bimtek Bapelkes ini dilengkapi dengan sesi diskusi, praktik penyusunan dokumen, serta pendampingan lanjutan selama dua bulan. Proses pelatihan melibatkan perpaduan antara pemaparan materi, tanya jawab, dan simulasi penyusunan Renstra BLUD. Menurut Prof. Dr. Sabihaini, S.E., M.Si. pendekatan ini membantu peserta memahami secara menyeluruh metode penyusunan Renstra, mulai dari penetapan visi-misi hingga analisis faktor internal dan eksternal lembaga.Melalui kegiatan ini, Bapelkes Yogyakarta berharap dapat menghasilkan dokumen Renstra BLUD yang lebih sistematis, relevan, dan selaras dengan peraturan terbaru. Hasil pelatihan juga menjadi dasar bagi lembaga dalam mengembangkan strategi pelayanan kesehatan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan Syncore Indonesia, kegiatan Penyusunan Renstra ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola kelembagaan Bapelkes menuju BLUD yang profesional dan berdaya saing tinggi.

PT SCM Bersama Syncore Indonesia Tingkatkan Kapasitas BUM Desa Konawe

PT SCM Bersama Syncore Indonesia Tingkatkan Kapasitas BUM Desa Konawe

PT Sulawesi Cahaya Mineral (PT SCM) menyelenggarakan Pelatihan Tata Kelola, Administrasi, dan Kelembagaan serta Assessment Potensi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) pada 11–15 Desember 2024 di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Kantor Environmental Affairs (EA) dan Corporate Social Responsibility (CSR) PT SCM diikuti oleh sembilan peserta dari tiga BUM Desa, yakni Lawulu Jaya Lalomerui, Wiwirano Walandawe, dan Berkarya Pondoa. Pelatihan ini menghadirkan tim konsultan dari Syncore Indonesia yaitu Widodo Prasetyo Utomo, S.Ak dan Mohamad Rizal Trinanda, S.Ak.Selama empat hari pelatihan, peserta dibekali berbagai materi terkait tata kelola kelembagaan, manajemen komunikasi, tata kelola keuangan, serta perencanaan usaha berbasis potensi lokal. Selain sesi kelas, peserta juga mengikuti observasi lapangan ke masing-masing BUM Desa untuk melakukan asesmen potensi pengembangan usaha. Pendekatan ini diharapkan memperkuat pemahaman peserta mengenai praktik tata kelola dan strategi pengembangan BUM Desa yang berkelanjutan.Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pemahaman peserta, dengan rata-rata kenaikan nilai sebesar 125 persen. Peserta juga memberikan tingkat kepuasan tinggi terhadap kegiatan ini dengan nilai rata-rata 96 persen, menunjukkan bahwa materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan mereka dalam mengelola BUM Desa secara profesional dan akuntabel.Selain pelatihan, tim juga melakukan evaluasi aspek kelembagaan, keuangan, dan sarana prasarana pada ketiga BUM Desa. Dari hasil observasi ditemukan bahwa sebagian besar BUM Desa masih perlu memperbaiki aspek administrasi dan legalitas usaha agar dapat memperluas peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta.Melalui pendampingan tim Syncore Indonesia, pelatihan berjalan efektif dan membantu meningkatkan pemahaman peserta dalam pengelolaan kelembagaan dan keuangan BUM Desa secara lebih profesional. PT SCM juga berharap pelatihan tersebut mampu menjadi pendorong peningkatan kapasitas pengurus BUM Desa dalam mengelola potensi desa secara mandiri dan produktif.