Mungkin muncul pertanyaan di benak Anda yang memiliki usaha seperti berapa si omset saya per bulan? Apakah usaha saya sehat atau tidak? Apakah saya sudah bisa buka cabang lagi? Saya sering menemui beberapa klien yang bertanya dengan pertanyaan-pertanyaan diatas. Jawabannya bisa ditemukan setelah kita menyusun laporan keuangan. Nah, sedikit share mengenai pengalaman saya dalam konsultasi/pendampingan penyusunan Laporan Keuangan Tahunan CV.Movie Box Indonesia. CV Movie Box Indonesia merupakan bisnis yang awalnya sebuah rental film dalam bentuk VCD/DVD dan penyewaan peralatan home theater, dalam perjalanannya berkembang menjadi sebuah bisnis hiburan yang berkonsepkan home entertaiment dirintis sejak bulan Februari 2004 dan telah berkembang menjadi tempat yang menyediakan fasilitas Lounge dengan Smoking Area. Head Office Movie Box bertempat di Jl. Raya Seturan C 12 A Yogyakarta, serta 2 cabang store Movie Box beralamat di Jl. Gejayan Kompeks Colombo 31 Yogyakarta, dan di Jl. Godean km. 4,5 depan Giant Supermarket Yogyakarta. Pendampingan penyusunan Laporan Keuangan Tahunan kali ini bisa dikatakan sedikit berbeda dalam hal waktu penyelesaian nya. Kenapa? Disinilah dahsyat nya dokumentasi/pengarsipan!! Kok bisa? Banyak orang menyepelekan dokumentasi/pengarsipan. Padahal ini adalah proses yang cukup penting selama menjalankan usaha. Dengan adanya dokumentasi/pengarsipan ini, kami bisa menyelesaikan penyusunan Laporan Keuangan Tahunan hanya dalam 5 hari. Coba bayangkan saja, kalau kita harus membuat laporan keuangan selama 1 tahun tapi ga ada data nya?!! Bisa tapi butuh waktu yang sedikit lama. Karena kita harus membenahi pengarsipan dulu, mengumpulkan data satu per satu baru bisa membuat laporan keuangan. Untuk itu, buat yang baru mulai buka usaha atau usaha nya masih tergolong baru, jangan abaikan dokumentasi ya karena itu juga penting.
Usaha Mikro Kecil dan Menengah saat ini sudah mulai berkembang pesat dan semakin menarik perhatian para wirausaha muda. Namun seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin maju, maka para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah juga harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, khususnya dalam bidang teknologi informasi untuk pengelolaan keuangan. Maka dari itu, seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan juga berkembangnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah, di tahun 2013 ini PT Syncore Indonesia berencana untuk mengembangkan sebuah sistem informasi akuntansi yang dikhususkan untuk UMKM dengan nama Syncorepro UMKM. Modul-modul yang ada di Syncorepro UMKM sudah dirancang sedemikian rupa sehingga bisa digunakan dengan mudah untuk UMKM. Beberapa modul yang ditawarkan di software Syncorepro UMKM adalah : Penjualan Faktur penjualan Retur penjualan Buku bantu piutang Rekap penjualan (per hari/item/pelanggan) dll Kas & Bank Uang masuk Uang keluar Laporan buku bank Transaksi kas Pembelian Faktur pembelian Retur pembelian Buku bantu hutang Rekap pembelian (per hari/item/pelanggan) dll Persediaan Penyesuaian persedian Laporan mutasi barang Laporan nilai persediaan Jurnal Umum Jurnal Umum Buku Besar Neraca Saldo Laporan Keuangan Neraca (standart/multi periode) Laba Rugi (standart/multi periode) Arus kas Neraca saldo Buku besar Transaksi jurnal Laporan Manajemen Laporan ringkasan penjualan Laporan ringkasan pembelian Laporan posisi kas Laporan posisi piutang Umur piutang Laporan posisi hutang Umur hutang Laporan posisi persediaan Laporan mutasi persediaan dll Dengan adanya software Syncorepro UMKM ini, diharapkan dapat memudahkan para pelaku UMKM dalam mengontrol laporan keuangan pada unit usaha mereka.
Pada hari Selasa 4 Maret 2014 telah sukses berjalan Training Gratis KEJAR UMKM Batch 1 dengan Tema Diagnosa Bisnis. Pada sesi pertama ini diterangkan tentang tujuan dari KEJAR UMKM yaitu masing-masing UMKM saling belajar satu satu lain untuk mengejar ketertinggalan terutama dalam hal pengelolaan keuangan. Sebelum dapat mengelola keuangn dengan baik, maka UMKM perlu memahami bisnis yang dijalankan. Pada sesi ini instruktur yaitu Bp Rudy Suryanto, SE.,M.Acc.,Ak.,CA mengajarkan bagaimana menggunakan Business Model Generation (BMG) dan Value Chain Analysis (VCA) untuk memahami bisnis. Setelah melakukan pemahaman bisnis peserta mencoba menganalisa kesehatan bisnis dengan mengklasifikasikan bisnis ke start up, growth, mature atau decline. Selanjutnya lewat pemetaan yang telah dilakukan para peserta kemudian mengidentifikasi permasalahan, yang digolongkan ke dalam tiga golongan yaitu permasalahan bisnis, permasalahan manajemen, dan permasalahan keuangan. Pada Sesi Selanjutnya akan dijelaskan mengenai dasar-dasar pengelolana keuangan dengan menggunakan 8 level pengelolaan keuangan.
Berdasarkan pengalaman kami, UMKM maupun perusahaan kesulitan untuk mendapatkan akuntan yang handal. Mayoritas akuntan lulusan perguruan tinggi belum siap untuk bekerja. Pada sisi lain banyak mahasiswa akhir dan lulusan baru jurusan akutansi kesulitan mendapatkan tempat untuk praktek. Tanpa praktek langsung tentu pengetahuan dan ketrampilan yang didapat di bangku kuliah tidak mencukupi untuk menjadikan sarjana akuntansi seorang profesional. Untuk itu kami menggagas dan meluncurkan program Professional Accountant Development Program (PADP) SYNCORE 2014. Program ini bertujuan memberikan pelatihan praktis dan pengalaman magang ke mahasiswa akhir akuntansi atau lulusan baru sarjana akuntansi. Kurikulum dan program pelatihan kami kembangkan berdasarkan pengalaman kami di dunia praktek. Beberapa tahun ini kami juga telah membuka program magang yang diikuti mahasiswa akhir dari berbagai universitas di Yogyakarta, dan hasilnya sangat bagus. Dalam waktu 3 bulan, mahasiswa magang tersebut telah dapat melakukan tugas-tugas dasar sebagai seorang akuntan. Kami ingin mengembangkan program ini lebih lanjut dengan sasaran yang lebih luas. Untuk itu kami mencoba mengelola lebih profesional dengan membuat jadwal yang tetap, materi yang kaya dan instruktur yang berpengalaman di lapangan. Setelah mengikuti program ini diharapkan peserta bisa praktek langsung di tempat kerja masing-masing atau SYNCORE akan membantu mencarikan tempat magang yaitu bisa di SYNCORE ataupun di klien-klien SYNCORE atau di perusahaan-perusahaan yang telah bekerjasama dengan program PADP ini. Untuk informasi lebih lanjut tentang bentuk pelatihan, isi pelatihan, kurikulum, biaya dll bisa download poster dan proposal PADP di link berikut : 1. Poster 2. Kurikulum dan Proposal
Berdasarkan pengalaman kami, UMKM maupun perusahaan kesulitan untuk mendapatkan akuntan yang handal. Mayoritas akuntan lulusan perguruan tinggi belum siap untuk bekerja. Pada sisi lain banyak mahasiswa akhir dan lulusan baru jurusan akutansi kesulitan mendapatkan tempat untuk praktek. Tanpa praktek langsung tentu pengetahuan dan ketrampilan yang didapat di bangku kuliah tidak mencukupi untuk menjadikan sarjana akuntansi seorang profesional. Untuk itu kami menggagas dan meluncurkan program Professional Accountant Development Program (PADP) SYNCORE 2014. Program ini bertujuan memberikan pelatihan praktis dan pengalaman magang ke mahasiswa akhir akuntansi atau lulusan baru sarjana akuntansi. Kurikulum dan program pelatihan kami kembangkan berdasarkan pengalaman kami di dunia praktek. Beberapa tahun ini kami juga telah membuka program magang yang diikuti mahasiswa akhir dari berbagai universitas di Yogyakarta, dan hasilnya sangat bagus. Dalam waktu 3 bulan, mahasiswa magang tersebut telah dapat melakukan tugas-tugas dasar sebagai seorang akuntan. Kami ingin mengembangkan program ini lebih lanjut dengan sasaran yang lebih luas. Untuk itu kami mencoba mengelola lebih profesional dengan membuat jadwal yang tetap, materi yang kaya dan instruktur yang berpengalaman di lapangan. Setelah mengikuti program ini diharapkan peserta bisa praktek langsung di tempat kerja masing-masing atau SYNCORE akan membantu mencarikan tempat magang yaitu bisa di SYNCORE ataupun di klien-klien SYNCORE atau di perusahaan-perusahaan yang telah bekerjasama dengan program PADP ini. Untuk informasi lebih lanjut tentang bentuk pelatihan, isi pelatihan, kurikulum, biaya dll bisa download poster dan proposal PADP di link berikut : 1. Poster 2. Kurikulum dan Proposal
PROGRAM KELOMPOK BELAJAR (KEJAR) UMKM adalah upaya pembentukan komunitas UMKM untuk belajar bersama-sama dalam mengelola keuangan dengan dibimbing oleh Tutor dan Konsultan Profesional. Segera daftar Kelompok Belajar Online KEJARUMKM.com disini ! Anda bisa belajar bersama manajemen dan pengelolaan UMKM dengan mentor-mentor berpengalaman ! TUJUAN PROGRAM UMKM mampu mengejar ketertinggalan dalam hal pengelolaan keuangan dengan cara membentuk komunitas dan belajar bersama, dibantu oleh Tutor (mahasiswa) dan Konsultan (Profesional) lewat pendekatan terstruktur dan berkesinambungan.
SYNCORE terus menegaskan komitmen terhadap pengembangan UMKM di Indonesia. Salah satu kendala utama UMKM di Indonesia adalah kesulitan dalam penyusuna laporan keuangan. Tanpa ada laporan keuangan UMKM kesulitan dalam mengevaluasi kesehatan dan kinerja organisasi. UMKM bukan tidak sadar atas masalah ini, tetapi mereka tidak memiliki bekal pengetahuan yang cukup. Sebagian besar dari UMKM memulai usaha bukan dengan persiapan yang memadai tetapi lebih karena keterpaksaan, kebetulan atau mewarisi usaha dari orang tua. Selain itu karena mereka terlibat dalam operasional sehari-hari di perusahan maka mereka tidak memiliki banyak waktu. Pendekatan yang kami gunakan adalah dengan membentuk kelompok belajar. Masing-masing UMKM bisa saling bertukar masalah dan solusi. Kami menyediakan tutor dan konsultan untuk membantu kesulitan di proses belajar tersebut. Kelompok belajar tersebut memakai pendekatan pembelajaran orang dewasa dimana banyak diskusi dan sharing antar peserta. Selanjutnya para peserta dibuatkan komunitas supaya bisa menjangkau jaringan yang lebih luas. UMKM adalah penggerak nyata ekonomi di Indonesia. Pada tahun 2012, menurut data BPS, ada 56.6 juta usaha UMKM dengan perincian Usaha Mikro 55.8 juta, usaha kecil 629 ribu dan usaha menengah 48.9 ribu. Jumlah tersebut merupakan 99.99% dari total unit usaha di Indonesia. Kontribusi UMKM terhadap produk domestic bruto adalah 59.08% dan menyerap tenaga kerja sebesar 107.657.509 atau 97.16% dari total seluruh angkatan kerja. Meskipun demikian, sebagian besar UMKM masih terkendala permasalahan-permasalahan klasik dalam pengembangan usahanya, antara lain permodalan, pemasaran, manajemen, SDM dan adopsi teknologi. Kendala-kendala tersebut membuat UMKM kesulitan naik kelas dan berada di posisi yang rentan dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin keras. Telah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menangani masalah tersebut. Untuk masalah permodalan pemerintah telah meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pada tahun 2012 telah ada 5.853.533 unit usaha yang meneria KUR. Selain itu sesuai amanat undang-undang UMKM No 20 tahun 2008 pemerintah menginisiasi pembentukan Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) untuk membantu UMKM mengakses dana dari perbankan. Usaha-usaha itu belum cukup, Masih banyak sekali UMKM yang belum tergarap. Untuk itu perlu ada campur tangan yang lebih luas selain dari pemerintah, yaitu dari sektor Perguruan Tinggi dan Swasta. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi dan swasta dianggap cukup ideal dalam menangani masalah pembimbingan dan peningkatan kelas UMKM. Oleh karena itu kami PT SYNCORE INDONESIA dan mengajak perbankan, asosiasi, instansi pemerintah dan institusi pendidikan untuk melakukan program bersama pembimbingan dan peningkatan kelas UMKM dalam program Kelompok Belajar (KEJAR) UMKM. Untuk gambaran program bisa klik link berikut ini KEJAR UMKM 2014
Pada hari Minggu, tanggal 15 Desember 2013, SYNCORE kedatangan tamu istimewa yaitu komunitas StudentsxCEOs. Komunitas StudentsxCEOs memiliki program yang sangat bagus yaitu mengumpulkan perwakilan dari para mahasiswa untuk bertemu dan bertukar pikiran secara langsung dengan para CEO. Profil StudentxCeos bisa dilihat di www.studentxceos.com. Dari SYNCORE rombongan tersebut ditemui langsung oleh Direktur SYNCORE Niza W Tito dan Pendiri SYNCORE Bp Rudy Suryanto. Diskusi berlangsung hangat dan menarik. Perwakilan StudentxCEOs memberikan pertanyaan-pertanyaan yang sangat kritis terhadap latar belakang dan strategi bisnis SYNCORE. Sebelumnya Bp Rudy Suryanto, bercerita tentang latar belakang berdirinya SYNCORE. SYNCORE berdiri pada tahun 2010, setelah hampir 10 tahun Bp Rudy Suryanto bergelut dibidang auditing dan konsultasi. Selama pengalaman Bp Rudy Suryanto bekerja di dua KAP Big Four, ternyata rahasia keberhasilan perusahaan multinasional adalah karena mereka memiliki system yang baik. Disisi lain sebenarnya banyak perusahan Indonesia yang memiliki potensi yang besar untuk berkembang, tetapi gagal atau stagnan karena tidak memiliki system yang baik. Untuk itu Bp Rudy Suryanto bersama beberapa teman bertekad mendirikan Kantor Konsultan yang memberikan layanan pengembangan system secara terintegrasi dengan harga terjangkau. Layanan terintegrasi yang dimaksud adalah layanan pengembangan system yang mencakup 1) Penyusunan SOP, 2) Pengembangan Software dan 3) Pelatihan SDM. Sangat jarang ada lembaga yang menggabungkan ketiga layanan tersebut dalam satu atap, apalagi menawarkan dengan harga terjangkau sehingga UKM pun bisa mendapatkan layanan konsultasi yang biasanya hanya terjangkau oleh perusahaan besar. Perkembangan bisnis pun naik dan turun. Alhamdulillah setelah tiga tahun SYNCORE bisa menempati kantor sendiri, memiliki staff yang kompeten dan memiliki produk yang beragam, mulai SOP dan Software untuk Rumah Sakit, Hotel, Restoran, Cafe, Percetakan, Tour, Distributor elektronik, minimarket, supermarket dan beragam jenis bisnis lainnya. Pemahaman kami yang semakin mendalam dalam industri-industri tersebut memudahkan kami dalam memberikan layanan prima untuk penguatan pengendalian internal maupun untuk pengembangan bisnis. Strategi SYNCORE bertumpu pada 3PVC yaitu People, Product, Partnership, Value and Culture. Artinya SYNCORE berkomitmen untuk merekrut dan melatih SDM yang berkualitas, selalu konsisten mengembangkan produk, terbuka untuk bekerjasama, selalu menekankan pada nilai tambah dan berupaya membangun budaya kerja yang baik. Sehingga meskipun SYNCORE masih kecil tetapi dampak yang bisa dihasilkan besar. Mengapa SYNCORE fokus ke UKM? Setelah penjelasan singkat tersebut dimulailah sesi tanya jawab. Pertanyaan pertama adalah mengenai motivasi mendirikan SYNCORE, kenapa Bp Rudy Suryanto mengambil resiko keluar dari perusahan besar dan memulai usaha sendiri? Bp Rudy Suryanto menjawab bahwa dalam bekerja penting kita mengetahui tipe kepribadian dan kekuatan kita. Apabila kita memilih karir yang sesuai dengan tipe kepribadian dan kekuatan kita maka kemungkinan sukses kita lebih besar. Seringkali orang menyepelekan potensi UKM di Indonesia. Ada kurang lebih 55 juta UKM di Indonesia, 2 Juta diantaranya memiliki kantor dan 2 sd 3 orang karyawan dan 500 ribu diantaranya berbadan hukum. Artinya dari sekian ribu UKM tersebut tentu membutuhkan laporan keuangan, software keuangan, penataan SOP dan pengembangan Staff. Kita perlu ingat perusahaan-perusahaan besar di dunia saat ini seperti Microsoft, Google, Facebook mereka luar biasa besar bukan karena menjual produk-produk yang mahal, tetapi produk yang terjangkau dan bahkan gratis dengan volume pengguna ratusan juta orang. Kita juga lihat trend sekarang di budget airline seperti Air Asia, Lion Air, dan budget hotel seperti Amaris, Fave dll, mereka sukses karena fokus memberikan value dengan harga yang terjangkau, sehingga orang yang sebelumnya tidak pernah naik pesawat atau jalan-jalan ke luar negeri dan menginap di hotel, bisa melakukan hal tersebut. Inilah yang disebut demokratisasi layanan premium. SYNCORE pingin menjadi Air Asia bagi konsultan. Sejauh ini ketika orang mendengar kata konsultan, software, dan SOP yang terbayang adalah harga yang mahal. Bagaimana kalau kita mengubah hal tersebut? Kita berikan layanan yang terjangkau tetapi dengan volume yang tinggi. Pertanyaan ini paling sering diajukan ke SYNCORE, dan pernah dibahas juga di wawancara dengan Elshinta bisa dilihat disini Bagaimana Strategi SYNCORE untuk menjangkau pasar yang luas tetapi tetap berkualitas? Pertanyaan kedua adalah apakah SYNCORE berusaha menerapkan Blue Ocean Strategy dengan mengambil ceruk pasar yang tidak digarap oleh konsultan-konsultan lain? dan bagaimana memastikan kualitas dari layanan SYNCORE kalau mencoba mengambil volume yang tinggi? Pertanyaan tersebut sangat bagus. SYNCORE berupaya secara konsisten selama 3 tahun terakhir untuk mengembangkan metodologi yang disebut dengan SYNCORE GLOBAL METHODOLOGY (SGM). Metodologi ini memungkinkan kita menstandarisasi permamasalahan sehingga team SYNCORE bisa memahami masalah dengan lebih cepat. Metodologi tersebut kemudian dibuat system yang disebut TIMELINE. Lewat system online ini masing-masing anggota team bisa berkolaborasi dan bekerjasama dengan baik meskipun terpisah jarak. Lewat penggunaan metodologi dan kolaborasi online tersebut membuat team SYNCORE bisa bekerja lebih efektif dan efisien. Apa tantangan SYNCORE kedepan? SYNCORE akan terus melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan. Saat ini ada 5 area utama SYNCORE yaitu 1) UKM, 2) Rumah Sakit /BLU, 3) Retail & Distributor, 4) Sekolah dan Perguruan Tinggi, 5) Jasa. Portofolio SYNCORE untuk kelima area utama tersebut yaitu SOP, Software dan Pelatihan sudah cukup lengkap. Saat ini kita tengah fokus untuk memperlebar cakupan dengan membuat representative di Jakarta, Surabaya dan Bali. Selain itu kami akan melakukan ekpansi di jasa pelatihan, karena pada akhirnya ketika SOP dan Software sudah siap maka tinggal SDM yang perlu disiapkan dan dikembangkan. Kami dari SYNCORE senang sekali bisa berbagi pengalaman dengan para mahasiswa. Selamat datang 2014. Semoga kita semua semakin Jaya !