Tidak ada media tersedia.
Profesi audit internal saat ini tengah berevolusi dari peran “watchdog” menjadi “strategic partner”. Untuk memainkan peran tersebut auditor internal dituntut untuk mengubah mindset dari fokus ke output menjadi fokus ke proses. Selain itu auditor internal harus menguasai teknik-teknik yang mendukung perubahan peran tersebut, salah satunya adalah penggunaan pendekatan Risk Based Audit.
Risk Based Audit adalah pendekatan untuk menghubungkan resiko bisnis, resiko inherent, resiko pengendalian ke program kerja audit. Prinsip dasarnya adalah auditor harus memberikan perhatian, sumberdaya dan waktu ekstra di area yang beresiko. Selanjutnya area tersebut harus dipastikan terpasang pengendalian kunci (key controls) untuk menurunkan tingkat resiko. Berbeda dengan audit eksternal, audit internal selain memberikan rekomendasi atas temuan di laporan keuangan maupun SPI, juga bertanggungjawab untuk memonitor apakah saran perbaikan tersebut dilaksanakan. Tolok ukur keberhasilan Auditor Internal bukan lagi banyak sedikit temuan, tetapi diukur dari seberapa besar masukan yang diberikan memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
Materi yang dibahas dalam Workshop Risk Based Internal Audit di Yogyakarta 19-20 July 2011 yang diselenggarakan oleh PT INSMART dengan peserta dari Auditor Internal Indonesia Power (anak perusahaan PLN) adalah:
Suasana Workshop di Hotel Santika Yogyakarta
Peserta dan suasana Workshop di Hotel Santika Yogyakarta