Syncore Indonesia Dorong Transformasi BUMKal Wonokromo

Diterbitkan pada 18 Mei 2026


Syncore Indonesia kembali memperkuat komitmennya dalam pengembangan ekonomi kalurahan. Komitmen tersebut hadir melalui kegiatan pembinaan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Wonokromo di Aula Kalurahan Wonokromo, Pleret, Bantul, pada Jumat, 8 Mei 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Daerah Istimewa Yogyakarta (Dinas PMK Dukcapil DIY). Dalam pelaksanaannya, konsultan Syncore Indonesia berkolaborasi dengan Bumdes.id by Meravi.id untuk mendukung penguatan kapasitas BUMKal Wonokromo. 


Agenda pembinaan BUMKal ini menjadi bagian dari reformasi pemberdayaan masyarakat kalurahan, terutama dalam mendorong Transformasi BUMKal yang lebih profesional. Acara diikuti oleh pemerintah kalurahan, Badan Permusyawaratan Kalurahan, pengurus BUMKal Matra Berkah Mulia, UMKM, Kelompok Sadar Wisata, dan lembaga masyarakat lainnya. Selain itu, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari unsur Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DIY, konsultan Syncore Indonesia dan konsultan pengembangan BUMKal.


BUMKal Wonokromo Perlu Perkuat Peran Ekonomi

Lurah Wonokromo, H. AM. Machrus Hanafi, S. Ag., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai BUMKal Wonokromo memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi lokal. Menurutnya, BUMKal perlu mendapat dukungan agar mampu bergerak sesuai harapan masyarakat. 

Dengan begitu, potensi lokal Wonokromo dapat berkembang lebih terarah. Ia juga berharap pendampingan ini memberi manfaat nyata bagi kalurahan. Karena itu, penguatan kapasitas pengurus menjadi langkah penting dalam pengembangan usaha desa.


Pembinaan BUMKal Jadi Bagian Reformasi Kalurahan

Perwakilan Dinas PMK Dukcapil DIY, Setyo Warjiyana, S.I.P., M.P.A., membacakan sambutan Kepala Dinas dalam kegiatan pembinaan BUMKal Wonokromo. Dalam sambutan tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya terhadap reformasi kalurahan, khususnya pada penguatan ekonomi masyarakat. Pembinaan ini menjadi langkah penting untuk mendorong BUMKal agar semakin profesional, transparan, dan akuntabel.

Selain itu, status BUMKal sebagai badan hukum menuntut pengurus untuk memperkuat tata kelola kelembagaan dan usaha. Kalurahan Wonokromo menjadi salah satu dari 14 lokasi pembinaan BUMKal di DIY pada tahun 2026. Melalui program ini, pengurus BUMKal dan pemangku kepentingan dapat berdiskusi mengenai strategi pengembangan usaha yang lebih terarah..


DPRD DIY Dorong Sinergi Ekonomi Kalurahan

Anggota DPRD DIY, Dr. Aslam Ridlo, M.A.P, menyoroti tantangan ekonomi kalurahan. Ia menjelaskan bahwa kalurahan kini menghadapi dinamika baru, termasuk hadirnya Koperasi Kalurahan Merah Putih. Aslam juga menyinggung rasionalisasi Dana Desa tahun 2026. Menurutnya, keterbatasan fiskal menuntut kalurahan untuk lebih kreatif dalam mengelola sumber daya. 

Di Wonokromo, terdapat beberapa unit ekonomi yang sudah berjalan. Ada Badan Keswadayaan Masyarakat, BUMKal Matra Berkah Mulia, dan Koperasi Merah Putih. Karena itu, BUMKal perlu mengambil peran sebagai penghubung dan penguat. Peran ini penting agar lembaga ekonomi lokal dapat saling menguatkan.


BUMKal Perlu Bergerak Berbasis Potensi Lokal

Dalam sesi materi, Widodo Prasetyo Utomo, S.Ak., selaku konsultan Syncore Indonesia, menekankan pentingnya jejaring usaha dalam pengembangan BUMKal Wonokromo. Menurutnya, BUMKal perlu membangun kerja sama yang saling menguntungkan, berbasis kebutuhan, dan berorientasi jangka panjang. Widodo menjelaskan bahwa transformasi BUMKal harus dimulai dari pemetaan potensi kalurahan. Pemetaan tersebut mencakup potensi alam, sosial, ekonomi, budaya, dan teknologi sebagai dasar memilih unit usaha yang tepat.


Melalui pendekatan ini, pengurus BUMKal dapat melihat peluang sekaligus masalah yang ada di masyarakat. Ide usaha kemudian perlu disusun berdasarkan kebutuhan warga, bukan sekadar mengikuti tren atau memenuhi aturan. Widodo juga menekankan pentingnya analisis rantai nilai agar BUMKal mampu menentukan peran strategisnya. BUMKal dapat bergerak sebagai offtaker, pengolah, pengemas, distributor, atau agregator sesuai kemampuan SDM, modal, dan pasar.

Sebagai konsultan, Syncore Indonesia mendorong BUMKal agar memiliki model bisnis yang jelas sebelum menjalankan usaha. Model bisnis tersebut membantu pengurus memahami konsumen, mitra, biaya, keunikan produk, dan sumber pendapatan. Dengan strategi tersebut, BUMKal Wonokromo diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi potensi lokal. Langkah ini menjadi bagian penting dari transformasi BUMKal agar usaha kalurahan berjalan lebih terarah, layak, dan berkelanjutan.


Syncore Indonesia Dorong BUMKal Wonokromo Naik Kelas


Melalui kegiatan ini, Syncore Indonesia mendorong BUMKal Wonokromo agar mampu naik kelas. BUMKal perlu menjadi penggerak ekonomi yang adaptif, kolaboratif, dan berdampak. Penguatan BUMKal tidak cukup hanya melalui pelatihan. Pengurus juga membutuhkan pendampingan, jejaring mitra, dukungan regulasi, dan strategi usaha yang berkelanjutan.

Dengan sinergi berbagai pihak, BUMKal Wonokromo memiliki peluang besar untuk berkembang. Kehadiran Syncore Indonesia diharapkan mampu memperkuat arah pengembangan tersebut. Pada akhirnya, Transformasi BUMKal bukan hanya soal perubahan kelembagaan. Transformasi ini juga menyangkut cara BUMKal memberi manfaat nyata bagi masyarakat Wonokromo.