DPMKKPS DIY Perkuat Kapasitas BUMKal Oerip Soemohardjo Bersama Mitra Narasumber Syncore Indonesia

Diterbitkan pada 15 Juni 2026

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Oerip Soemohardjo di Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Senin (25/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, Bumdes.id by Meravi.id berkolaborasi dengan Syncore Indonesia hadir sebagai mitra narasumber untuk memberikan penguatan strategi pengembangan usaha BUMKal.


Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas kelembagaan dan pengembangan usaha BUMKal berbasis potensi lokal. Melalui penguatan kompetensi pengelola dan penyusunan strategi usaha yang berkelanjutan, BUMKal diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat kalurahan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bapak Basit Sugiyanto dari DPRD DIY, Bapak Setyo dari DPMKKPS DIY, dan Bapak Agung selaku Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Sleman. Adapun peserta yang mengikuti kegiatan terdiri atas unsur Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo, pengurus BUMKal Oerip Soemohardjo, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Sardonoharjo, serta Pendamping Desa.


Sebagai narasumber dari Syncore Indonesia, Bapak Widodo Prasetyo Utomo, S.Ak., menyampaikan materi mengenai strategi pengembangan usaha BUMKal yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan pemanfaatan potensi lokal. Menurutnya, BUMKal tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan usaha yang profesional dan berkelanjutan.


Dalam pemaparannya, Bapak Pras menjelaskan bahwa pengembangan BUMKal perlu dilakukan secara terencana dengan memperhatikan potensi wilayah, kebutuhan masyarakat, dan peluang pasar yang tersedia. Oleh karena itu, setiap unit usaha yang dikembangkan harus memiliki arah yang jelas serta mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat kalurahan.


Selain itu, Bapak Pras juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia dalam pengelolaan BUMKal. Menurutnya, kualitas pengurus akan sangat menentukan keberhasilan usaha yang dijalankan. Kemampuan manajerial, inovasi, dan kolaborasi menjadi faktor penting yang perlu terus ditingkatkan agar BUMKal mampu menghadapi berbagai tantangan usaha di tingkat lokal.


Pada sesi pemaparan, peserta juga memperoleh materi mengenai pemetaan potensi kalurahan, pengembangan jejaring usaha, serta penyusunan ide bisnis yang berkelanjutan. Bapak Pras menjelaskan bahwa jejaring usaha dapat membantu BUMKal memperluas akses pasar, meningkatkan peluang kerja sama, serta memperkuat posisi usaha di tengah persaingan yang semakin dinamis.


“Kerja sama yang baik akan membuka peluang pengembangan usaha yang lebih luas dan memberikan nilai tambah bagi BUMKal maupun masyarakat,” ujarnya.

Peserta juga mempelajari tahapan penyusunan ide bisnis yang dimulai dari identifikasi potensi wilayah, analisis kebutuhan masyarakat, hingga penentuan model usaha yang sesuai dengan kondisi sosial dan ekonomi setempat. Menurut Bapak Pras, pemilihan unit usaha yang tepat menjadi salah satu kunci keberhasilan BUMKal dalam menjalankan fungsi ekonomi dan sosialnya.


Selain membahas strategi bisnis, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya kemitraan dengan berbagai pihak, baik pemerintah, sektor swasta, lembaga keuangan, maupun komunitas masyarakat serta media. Kolaborasi yang kuat dinilai mampu memperluas peluang usaha, meningkatkan akses permodalan, serta memperkuat daya saing BUMKal dalam jangka panjang.



Melalui kegiatan ini, DPMKKPS DIY berharap BUMKal Oerip Soemohardjo dapat berkembang menjadi lembaga usaha yang profesional, mandiri, dan berkelanjutan. Sementara itu, Syncore Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung penguatan kapasitas pengelola BUMKal melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Dengan pengelolaan yang semakin baik, BUMKal diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi kalurahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.