Tidak ada media tersedia.
Dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat desa mulai ramai memperbincangkan program baru dari pemerintah pusat, yakni Koperasi Desa Merah Putih, yang merupakan salah satu agenda prioritas dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto periode 2024–2029.
Program ini bertujuan membangun kembali semangat gotong royong melalui sistem koperasi modern yang hadir di setiap desa di Indonesia. Namun, di balik semangatnya yang baik, tidak sedikit pihak yang mempertanyakan urgensinya, terutama karena saat ini desa-desa sudah lebih dulu memiliki BUM Desa, bahkan banyak juga yang telah membina UMKM lokal.
Beberapa kekhawatiran yang mengemuka dari masyarakat dan pelaku desa, antara lain:
Ini adalah pertanyaan yang wajar. Apalagi selama satu dekade terakhir, BUM Desa telah menjadi instrumen penting penggerak ekonomi lokal, mengelola toko desa, unit pertanian, simpan pinjam, hingga wisata desa. Sementara UMKM desa tumbuh dari inisiatif warga yang kadang belum sepenuhnya terfasilitasi.
Dengan masuknya program koperasi dari pusat, desa kini dihadapkan pada kenyataan: tiga entitas ekonomi lokal berada di satu tempat, namun tanpa kejelasan hubungan antarlembaga.
Sebenarnya, kehadiran Koperasi Desa Merah Putih tidak harus menjadi ancaman, asalkan:
Kuncinya adalah sinkronisasi. Tanpa sinkronisasi, maka ketiga lembaga (BUM Desa, koperasi, UMKM) akan seperti tiga kapal yang berlayar ke arah berbeda dengan bahan bakar terbatas. Tapi jika disinergikan, mereka bisa menjadi armada ekonomi desa yang kuat.
Sebagai lembaga pendamping desa yang telah bekerja dengan ratusan BUM Desa dan koperasi di berbagai daerah, Syncore Indonesia memperkenalkan pendekatan baru bernama:
Program ini dirancang untuk membantu desa:
Dengan pendekatan ini, BUM Desa tetap menjadi pengelola aset dan usaha strategis, Koperasi menjadi penggerak ekonomi anggota, dan UMKM menjadi garda depan inovasi usaha desa.
Kami memahami bahwa desa membutuhkan kejelasan arah dalam menghadapi dinamika baru ini. Syncore Indonesia hadir bukan hanya sebagai pendamping, tetapi sebagai fasilitator sinergi ekonomi desa, membantu desa merancang:
Jika desa Anda sedang bingung menghadapi dinamika ini, jangan biarkan potensi berubah jadi konflik. Mari rancang ekosistem ekonomi desa yang kuat dan saling melengkapi bersama Syncore Indonesia.
Artikel Terkait: Sinkronisasi Kelembagaan Ekosistem Ekonomi Desa: Desain Kelembagaan Sinkronisasi Koperasi, UMKM, dan BUM Desa