PT Syncore Indonesia saat ini sedang melakukan pelatihan pola pengelolaan keuangan BLUD di RSUD Karawang.Pelatihan ini dilakukan di Ruang Pembelajaran RSUD Karawang dan diikuti sebanyak 17 peserta pelatihan yang terdiri atas bendahara penerimaan, bendahara pengeluaran, perencanaan anggaran, satf akuntansi, kabag keuangan, akuntansi dan verifikasi. Pelatihan PPK BLUD di RSUD Karawang terlaksana dengan diskusi yang menarik. Peserta pelatihan PPK BLUD di RSUD Karawang aktif bertanya terkait dengan sistem yang saat ini diterapkan di RSUD. RSUD Karawang sudah menerapkan BLUD sejak tahun 2009 namun membutuhkan pelatihan dari Syncore karena mayoritas permasalahan di RSUD Karawang terletak pada complain di bagian keuangan atau bagian perencanaan.RSUD Karawang berharap bisa menghasilkan laporan keuangan menggunakan sistem dan sesuai dengan aturan dinas. Pak Tito menjelaskan bahwa pelaksanaan BLUD di RSUD Karawang seharusnya sudah dilakukan penilaian kinerja BLUD untuk setiap tahunnya (self assessment). Evaluasi kinerja BLUD dilihat dari: KinerjaSPMPengawasan“Apakah selama ini RSUD Karawang sudah menerapkan BLUD sesuai dengan permendagri 79 tahun 2018?” tanya Pak Tito selaku narasumber. Dermawan selaku kepala bagian keuangan menjawab bahwa RSUD Karawang menggunakan aturan permendagri No 05 Tahun 2010. Hal ini adalah masalah yang biasa terjadi di BLUD yaitu pemahaman tentang BLUD itu sendiri. Semua mengetahui bahwa menerapkan BLUD artinya fleksibel atau dikecualikan dari aturan umum. “Mengapa semua BLUD masih mengikuti aturan yang ada? Karena masalah tentang fleksibilitas BLUD yang menyebabkan rancu termasuk kode rekening, kebijakan akuntansi seperti tidak mengakui klaim piutang. Tata aturan BLUD harus sesuai peraturan kepala daerah untuk yang bersifat umum sedangkan dengan aturan yang bersifat khusus perlu membuat peraturan sendiri seperti tarif, kebijakan akuntansi untuk kode rekening, standar satuan harga barang, dan pengadaan barjas”, tutur dari Pak Tito.Permulaan acara berlangsung meriah dan menarik. Penjelasan Pak Tito di atas disambung dengan tanggapan Pak Dermawan yaitu Fleksibilitas di RSUD Karawang belum dilaksanakan dengan keyakinan yang besar khususnya pengadaan barang dan jasa. RSUD Karawang sebelumnya memiliki perbup tahun 2012 tetapi belum dijalankan. Selama ini tim BLUD di RSUD Karawang bukan tidak menguasai BLUD tetapi merasa takut dengan perpres meskipun sudah ada perbup. Oleh karena itu RSUD Karawang saat ini sedang membuat tarif perbup untuk barang dan jasa. Pernyataan di atas langsung ditanggapi oleh Pak Tito, penasaran dengan kelanjutan diskusinya lanjut di part 2.
Dalam masalah Bumbes Jogja melayani sebuah solusi yang disediakan oleh layanan Bumdes.id seperti Konsultasi kelembagaan, Konsultasi Rencana usaha, Konsultasi keuangan, Konsultasi Manajemen, dan Konsultasi digitalisasi. Lebih dari seribu BUMDes mengalami kemangkrakan akibat gagal mengelola tata kelola kelembagaan hingga mengembangkan potensi usaha. Berdasarkan pernyataan Presiden Joko Widodo dan menjadi banyak perhatian pemangku kepentingan di desa dan pengurus BUMDes. Untuk menyelesaikan masalah ini, pengurus bumdes perlu mengidentifikasi masalah-masalah BUMDes melalui konsultasi bumdes Jogja agar mendapat pendampingan melalui pusat konsultasi Bumdes Jogja.Oleh Bumdes.id merupakan sebuah agregator dan pusat konsultasi bumdes di Indonesia melalui materi berikut:Bumdes.id memiliki pusat pendamping BUMDes. Jadi bumdes masuk dalam kategori mangkrak karena tidak memiliki pengelolaan yang baik. Misalnya BUMDes hanya berdiri sebagai papan nama di desa saja. Bahkan Presiden Joko Widodo menegaskan BUMDes tak ubahnya hanya tempelan papan nama dan membuat program kerja tidak jelas. Melalui pendampingan BUMDes dan pusat konsultasi bumdes Jogja, maka pengurus bumdes akan didampingi mendirikan bumdes sesuai dengan PP 11 Tahun 2021, didampingi mengelola kelembagaan, didampingi mengelola potensi usaha, didampingi memetakan potensi sektor-sektor unggulan desa yang dikembangkan dan bahkan didampingi secara offline (tatap muka) maupun online (daring) oleh konsultan-konsultan bumdes.id. sampai saat ini pendampingan telah tersebar di ribuan desa dan BUMDes dari sabang sampai dengan merauke. Bumdes.id melalui pusat konsultasi bumdes Jogja juga memiliki program pelatihan bumdes. Program pelatihan ini membantu pengurus bumdes untuk meningkatkan kemampuan pemahaman terkait payung hukum dan peraturan bumdes.Pelatihan bumdes untuk mengelola keuangan sesuai dengan aturan terkait keuangan bumdes dan bahkan dengan pihak ketiga, serta pelatihan bumdes yang berkaitan dengan peningkatan skala usaha. Apakah anda ingin bumdes memiliki unit usaha yang beromset miliaran rupiah? Misalnya seperti BUMDes Kemudo Makmur yang memiliki supermarket/toko Kamajaya Mart dengan omset tahunan miliaran rupiah? Nah, pelatihan bumdes oleh bumdes.id akan melatih pengurus bumdes menyiapkan potensi usaha yang agar berkembang hingga cara mengelolanya. Tentu saja mengelola unit usaha omset kecil dengan unit usaha beromset besar memerlukan keahlian khusus.Bumdes.id melalui pusat konsultasi bumdes juga memiliki program pendampingan halo desa dan halo bumdes. Program pendampingan ini membantu pengurus desa dan pengurus bumdes mengelola program-program kerja desa agar bisa memberikan manfaat bagi warga masyarakat desa.Sehingga menghasilkan dari konsultasi Bumdes Jogja kepada pengurus BUMDes Melalui konsultasi, pengurus BUMDes yang memiliki beberapa masalah pengelolaan bumdes dapat menemukan solusi yang tepat. Anda bisa belajar dari pengalaman bumdes.id mendampingi ribuan bumdes di Indonesia. Serta berhasil mendorong bumdes naik kelas dengan memiliki banyak unit usaha beromset miliaran rupiah. Melalui konsultasi, pengurus BUMDes dapat mengakses informasi pelatihan dan pendampingan bumdes untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola bumdes.
Menjelaskan mengenai masalah usaha Bumdes dan cara mengembangkannya. Setelah pengurus BUMDes dilantik dan dibentuk, satu persoalan yang siap menghadang adalah bagaimana cara mengembangkan usaha BUMDes.Apalagi jika BUMDes belum memiliki unit usaha, bahkan malah baru saja BUMDesnya berdiri Itulah mengapa pentingnya Musyawarah Desa (Musdes) juga memikirkan untuk menyusun rencana strategis BUMDes Termasuk di dalamnya rencana pendirian unit usaha ataupun pengembangan unit usaha BUMDes. Ketika BUMDes sudah berdiri maka pengurus BUMDes telah memiliki pemahaman mengenai karakter. Selain itu juga strategi pengembangan BUMDes, maka akan dengan mudah memiliki strategi cara mengembangkan usaha BUMDes. Namun, jika pengurus BUMDes yang aktif, terlebih pelaksana operasional tidak memahami pola pengembangan BUMDes maka memerlukan proses pelatihan pendampingan BUMDes terlebih dahulu Cara mengembangkan usaha BUMDes merupakan salah satu kurikulum dalam TOT Pendamping BUMDes yang oleh Bumdes.id secara reguler di Sekolah BUMDes.Masalah yang sering ada dalam proses cara mengembangkan usaha BUMDes Pengurus BUMDes terlalu berfokus pada potensi usaha dari desa lain, sehingga cenderung untuk melakukan ATM (amati, tiru dan modifikasi) Dalam proses bisnis, hal ini sah-sah saja, namun ketika masuk ke dalam proses usaha BUMDes dan desa maka dapat berakibat fatalJika BUMDes terlalu mengekor pada potensi desa lain lalu meniru mendirikannya. Maka akan berfokus pada pengembangan sektor usaha dan potensi desa lain. Cara mengembangkan usaha BUMDes pertama-tama adalah fokus pada potensi sektor usaha di desanya. Masalah selanjutnya adalah pengurus BUMDes seringkali memiliki banyak alasan seperti: tidak menemukan potensi usaha untuk berkembang, atau lebih mudah meniru unit usaha dari desa lain dan kemudian menginjeksikan pada desanya. Padahal nih, belum tentu unit usaha yang sukses di desa lain ketika meniru akan sukses juga di desa kita. Sementara potensi-potensi usaha yang ada di desa belum mengebangkan dengan baik.Jika pengurus BUMDes berhasil mengidentifikasi potensi-potensi usaha, maka tinggal menyusun rencana strategis hingga komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Jikalau sudah mengerjakan dan kemudian gagal, maka pengurus BUMDes tinggal melakukan evaluasi dan terus menerus memperbaiki sampai unit usaha berhasil memberikan manfaat.Tahapan Cara Mengembangkan Usaha BUMDes: Pada pelatihan ToT Pendamping BUMDes oleh Bumdes.id, peserta akan mengidentifikasi potensi usaha sebelum mendirikan unit usaha. Potensi usaha ini meliputi identifikasi bentang alam desa hingga bentang hidup. Percayalah potensi ini setiap desa memiliki potensi yang berbeda satu sama lain, walaupun sama-sama tinggal di dalam kabupaten atau provinsi yang sama. Pada proses selanjutnya potensi-potensi ini kemudian untuk memetakan dalam sebuah kertas kerja analisis kelebihan, kekurangan serta peta analisis SWOT untuk menyusun rencana strategis. Termasuk di dalamnya analisis keuangan dalam bentuk penyusunan modal yang membutuhkan, operasionalkan hingga proyeksi pendapatan. Analisis keuangan ini harus melakukan dengan sharing bersama BUMDes sukses yang telah memiliki unit usaha beromset miliaran.Pada pendampingan ToT BUMDes yang diadakan oleh Bumdes.id, para peserta akan melakukan praktek langsung dibawah supervisi konsultan Bumdes.id, para direktur BUMDes sukses yang menjadi pemateri serta beberapa kepala desa/lurah yang sukses menyusun unit usaha.BUMDes bertujuan untuk meningkatkan perekonomian desa dan meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa. Selain itu, BUMDes juga bertujuan untuk mengembangkan rencana kerja sama usaha antar desa dan/atau dengan pihak ketiga, menciptakan peluang dan jaringan pasar yang mendukung kebutuhan layanan umum warga, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan pelayanan umum, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi desa, dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan pendapatan asli desa. Sayangnya, terdapat beberapa permasalahan yang diidentifikasi selama berjalannya BUMDes seperti manajemen pengelolaan produk, permodalan, SDM yang kurang terampil, pemasaran, pemenuhan standar kesehatan dan produk halal, akuntansi dan perpajakan, serta investasi. Selain itu, BUMDes juga butuh keunggulan kompetitif atau dalam hal ini BUMDes harus unggul dibanding kompetitor melalui karakteristik serta sumber daya yang dikelolanya. Hal ini perlu dilakukan oleh BUMDes dalam rangka mewujudkan masyarakat desa yang sejahtera dan mandiri. Oleh karena itu, BUMDes perlu mengembangkan suatu strategi yang berdaya saing untuk mencapai masyarakat desa yang sejahtera dan mandiri. Namun, pentingnya pengelolaan BUMDes di daerah kadang belum disadari oleh BUMDes atau bahkan oleh pemerintah daerah itu sendiri. Salah satu upaya pemerintah daerah dalam mengelola, mengatur dan membuat strategi pengembangan BUMDes yang berdaya saing adalah dengan membuat strategi pengembangan model tetrapreneur.
Tim Konsultan BLUD mengadakan asistensi PPK BLUD Labkesda Provinsi Kalimantan Selatan berlangsung lancar dan merupakan tindak lanjut dari acara yang dilakukan oleh tim sebelumnya.Acara pelatihan ini diikuti oleh 6 orang peserta dari Labkesda Provinsi Kalimantan Selatan. Pendampingan dilakukan pada tanggal 29 Desember 2022 secara offline yang berlokasi di Ruang Meravi I. Suasana penjelasan untuk workshop pola pengelolaan keuangan BLUD Labkesda Provinsi Kalimantan Selatan berjalan interaktif dua arah dari pemateri dan peserta.Materi sosialisasi disampaikan secara langsung oleh Senior Konsultan BLUD yakni Yuni Pratiwi, S.Ak. Sesi acara diawali dengan materi pembuka dari senior konsultan dan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif.Para peserta terlihat antusias dan menyimak materi yang diberikan dengan baik. Beberapa pertanyaan menarik saat diskusi interaktif bersama narasumber konsultan senior syncore BLUD yaitu Bapak M. Bambang Tri Prasojo, A.Md., CCMs menanyakan,“Apakah Bendahara tidak boleh PPTK?” jawaban dari tim konsultan “Tidak boleh pak, PPTK harus berbeda dengan bendahara”.Kemudian Bapak M. Bambang Tri Prasojo, A.Md., CCMs menanyakan kembali “ Bagaimana dengan pendapatan yang belum mencapai target?Sedangkan masih ada sisa kas, maka ada kas yang tidak bisa dibelanjakan”, lalu tim konsultan menjawab “ Proyeksi pendapatan dan proyeksi belanja dapat diturunkan. Hal ini diperlukannya evaluasi dari manajemen agar lebih baik.”.Nantinya tindak lanjut dari acara ini yakni konsultan akan berkoordinasi dengan sistem untuk membahas penginputan akuntansi dan membuat laporan keuangan. Dan di akhir sesi acara semua peserta melakukan foto bersama.
Adanya BUMDes yang dibentuk oleh pemerintah desa memiliki harapan akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa yang ada. Yang mana ini mengembangkan potensi desa untuk kepentingan desa nantinya.Tata cara dalam pendaftaran Sertifikasi BUMDes sendiri cukup mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja contohnya perorangan, pengurus BUMDes, pemerintah desa, atau yang mewakili untuk sertifikasi tersebut.Tentu saja karena dengan adanya dokumen yang sesuai ketentuan akan diinput kedalam Sistem Informasi Data atau SID yang merupakan dokumen untuk mengesahkan dalam musyawarah BUMDes.Dalam musyawarah desa nantinya akan menghasilkan dokumen yang mana seperti Dokumen berita acara pendirian BUMDes, dokumen musyawarah desa, dan masih ada yang lainnya. Menurut Pasal 117 dengan UU Cipta Kerja No. 11 tahun 2020 dijelaskan bahwa BUMDes dibentuk oleh pemerintah desa untuk memberdayakan potensi ekonomi, kelembagaan perekonomian, serta potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa nantinya.Pendirian BUMDes didirikan berdasarkan kesamaan potensi, kegiatan usaha, kedekatan wilayah dan tidak adanya keterikatan dengan batas wilayah administratif. Yang mana pendiri BUMDes bersama dilakukan desa dengan desa lainnya juga secara langsung tanpa mempertimbangkan ada atau tidak BUMDes di desa lainnya.Pendaftaran Sertifikat BumdesAdapun cara agar dapat mendaftar ke BUMDes seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa siapa saja bisa mendaftar dan juga selama ada dokumen yang memadai akan mudah untuk mendaftarkannya.Dibawah ini akan diuraikan secara singkat bagaimana cara mendaftar sertifikasi badan hukum BUMDes Mengisi alamat email (alamat email yang terdaftar haruslah email yang valid dan aktif atau digunakan terus)Pilih domisili kedudukan BUMDes (pilih provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa dari BUMDes yang akan didirikan)Pilih kategori Input username untuk akun dari BUMDes yang dibuatNama BUMDes yang diajukan (cukup menginputkan nama dan tidak perlu menggunakan kata lain contoh nama BUMDes “BERSATU”Mengisi alamat dari gedung atau kantor yang dipakai untuk BUMDes dengan lengkapMelakukan verifikasi yang adaKlik tombol registrasiBenefit yang DidapatBumdes yang memiliki sertifikat badan hukum artinya telah legal atau diakui oleh negara. Sertifikat ini setara dengan akta notaris dalam PT maupun koperasi. BUMDes yang belum memiliki sertifikat badan hukum akan diminta memilikinya dengan cara daftar pada sistem Kemendes PDTT dan Kemenkumham.BUMDes yang memiliki sertifikat badan hukum memiliki kesempatan membuka rekening di bank BUMN atas nama BUMDesnya sendiri. Hal ini membuat akan dipermudahnya dalam proses investor oleh pihak industri dan juga proses penggajian karyawan.BUMDes yang memiliki sertifikat badan hukum juga memiliki kemudahan untuk mengurus izin usaha yang menaungi unit usahanya. Contohnya untuk sertifikasi halal pada produk yang dikeluarkan, pendaftaran merek, pembuatan kemasan rumah tangga serta pelatihan dari UMKM.Bagi yang mendaftar kepengurusan BUMDes yang ingin mendaftarkan sertifikasi badan hukum harus memastikan bahwa BUMDes didirikan melalui musyawarah dan memiliki legal hukum berupa Peraturan Desa dalam pendiriannya.Jika belum didirikan dengan cara yang sudah disebutkan maka dapat menghubungi Bumdes.id untuk membantu pendampingan proses prosedur tata cara pendirian BUMDes.Calon pengurus yang mengikuti musyawarah harus paham betul akan peraturan desa dan memahami filosofi serta segala ketentuan BUMDes. Karena nanti ketika sertifikat hukum BUMDes keluar, segala hukum BUMDes akan menginduk pada PP 11 tahun 2021.Selanjutnya dokumen akan dilampirkan dalam proses pendaftaran badan hukum BUMDes di website kementerian desa PDTT. Sekian penjelasan singkat mengenai Tata Cara Mendaftar Sertifikat Badan Hukum BUMDes.
Pada tanggal 29 Desember 2022, Tim konsultan BLUD Bersama bapak Niza Wibyana Tito, M. Kom, M.M, CAAT.Sebagai tenaga ahli mendampingi tim penilai dalam rangka penilaian dokumen administratif Rumah Sakit Jiwa Naimata Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk menerapkan BLUD.Proses ini dilakukan oleh Tim konsultan BLUD Via Zoom yang berlangsung hingga Pukul 15.00 WITA.Dalam Pendampingan penilaian tersebut, tim penilai yang ditunjuk oleh Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur yang terdiri dari Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai Ketua merangkap anggota, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai Sekretaris merangkap anggota, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi NTT sebagai Wakil Sekretaris merangkap anggota. Kemudian yang menjadi anggota dalam tim penilai tersebut terdiri dari : Kepala Dinas Kesehatan Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi NTTInspektur Provinsi NTTKepala Bappelitbangda Provinsi NTTKepala Biro Hukum Setda Provinsi NTTKoordinator Substansi Badan Usaha Milik Daerah dan BLUD pada Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTTInspektur Pembantu I pada Inspektorat Daerah Provinsi NTTKepala Bidang Anggaran pada Badan Keuangan Daerah Provinsi NTTKepala Bidang Akuntansi dan Pelaporan pada badan Keuangan Daerah Provinsi NTTKepala Bidang Pemerintah dan Pembangunan Manusia pada Bapperlitbangda Provinsi NTTPerancang peraturan Perundang-undangan Ahli Madya pada Biro Hukum Setda Provinsi NTTProses penilaian yang dilakukan oleh tim penilai dan tim konsultan berlangsung dengan diskusi dan pemaparan isi dokumen administratif yang sudah disusun oleh tim penyusun dokumen Rumah Sakit Jiwa Naimata Kupang. Dari hasil penilaian tersebut, tim penilai menyampaikan bahwa dokumen administrative yang disusun oleh RS jiwa Naimata Kupang sudah sesuai namun masih ada beberapa perbaikan.Keputusan dari tim penilai bahwa Rumah Sakit Jiwa Naimata Kupang dinyatakan Layak untuk Menerapkan BLUD.
BLUD adalah UPTD yang menerapkan sistem badan layanan umum, sehingga biasa disebut sebagai UPTD-BLUD.Sesuai dengan PP No. 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum yang diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2012 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah (selanjutnya disebut Permendagri 79/2018), memberi peluang ke UPTD Pengelolaan SPAM untuk menerapkan BLUD.Permendagri 79/2018 ini menyebutkan bahwa Badan Layanan Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BLUD adalah sistem yang diterapkan oleh unit pelaksana teknis dinas/badan daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mempunyai fleksibilitas dalam pola pengelolaan keuangan sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan daerah pada umumnya.Tujuan pembentukan UPTD untuk pengelolaan SPAM di Kota Tangerang Selatan adalah untuk memberikan pelayanan SPAM dengan baik.Lebih khusus bahwa UPTD ini akan menjadi pengelola SPAM dari air curah SPAM Regional Karian – Serpong sebesar 650 l/detik.Untuk dapat menyerap air curah tersebut yang direncanakan secara bertahap hingga semua terserap dalam 5 tahun, maka diperlukan biaya investasi, biaya operasi dan pemeliharaan, serta kompetensi dan kapasitas institusi pengelola.Bila kebutuhan investasi yang cukup besar tidak dapat dipenuhi dari dana publik, maka perlu alternatif pembiayaan dari dana non-publik melalui kerjasama pembiayaan investasi dan kemungkinan juga Kerjasama pembiayaan operasi dan pemeliharaan. Sesuai dengan ketentuan operasional UPTD, terdapat banyak aspek yang membatasi kemungkinan membangun kerjasama pembiayaan investasi maupun pembiayaan operasi pemeliharaan.Hal ini berbeda bila UPTD tersebut menjalankan sistem badan layanan umum (UPTD-BLUD). Dengan berbagai kewenangannya maka UPTD-BLUD lebih fleksibel dan dapat melakukan kerjasama pembiayaan investasi maupun operasi pemeliharaan.Pengelolaan SPAM tentu saja memerlukan kompetensi sumber daya manusia serta kapasitas institusi sesuai kapasitas SPAM yang dikelola. Sesuai dengan rencana penyerapan air curah dari SPAM Regional Karian – Serpong yang memulai pelayanan pada tahun 2025 sebesar 130 l/detik dan secara bertahap menjadi 650 l/detik pada tahun 2029.Selain itu, terdapat beberapa wilayah yang saat ini belum mendapat pelayanan air minum melalui jaringan perpipaan yang perlu dilayani.Artinya bahwa kapasitas SPAM yang akan dikelola oleh UPTD cukup besar dan meningkat dalam waktu singkat. Hal ini membutuhkan sumber daya manusia yang cukup banyak dan kompeten, kapasitas institusi yang juga cukup besar serta aspek lainnya.Oleh karena itu diperlukan upaya pengembangan sumber daya manusia dan pengembangan kapasitas institusi dalam waktu cepat.Salah satu jalan memenuhi kebutuhan tersebut adalah dengan melakukan kerjasama yang memberikan manfaat untuk pengembangan Sumber Daya Manusia dan Institusi secara maksimal.Kerjasama tersebut lebih fleksibel direalisasikan apabila institusi pengelola berupa UPTD dikembangkan menjadi UPTD-BLUD.
Eksistensi Museum Nasional diawali dengan berdirinya sebuah himpunan yang bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, didirikan oleh Pemerintah Belanda pada tanggal 24 April 1778.Pada masa itu di Eropa tengah terjadi revolusi intelektual (Zaman Pencerahan) yaitu dimana orang mulai mengembangkan pemikiran-pemikiran ilmiah dan ilmu pengetahuan.Pada tahun 1752 di Haarlem, Belanda berdiri De Hollandsche Maatschappij der Wetenschappen (Perkumpulan Ilmiah Belanda). Hal ini mendorong orang-orang Belanda di Batavia (Indonesia) untuk mendirikan organisasi sejenis.Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG) merupakan lembaga independen yang didirikan untuk tujuan memajukan penelitian dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang-bidang ilmu biologi, fisika, arkeologi, kesusastraan, etnologi dan sejarah, Berta menerbitkan hash penelitian. Lembaga ini mempunyai semboyan “Ten Nutte van het Algemeen” (Untuk Kepentingan Masyarakat Umum).Salah satu pendiri lembaga ini, yaitu JCM Radermacher, menyumbangkan sebuah rumah miliknya di Jalan Kalibesar, suatu kawasan perdagangan di Jakarta-Kota.Kecuali itu ia juga menyumbangkan sejumlah koleksi benda budaya dan buku yang amat berguna, sumbangan Radermacher inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya museum dan perpustakaan.Selama masa pemerintahan Inggris di Jawa (1811-1816), Letnan Gubernur Sir Thomas Stamford Raffles menjadi Direktur perkumpulan ini.Oleh karena rumah di Kalibesar sudah penuh dengan koleksi, Raffles memerintahkan pembangunan gedung baru untuk digunakan sebagai museum dan ruang pertemuan untuk Literary Society (dulu disebut gedung “Societeit de Harmonie”).Bangunan ini berlokasi di jalan Majapahit nomor 3. Sekarang di tempat ini berdiri kompleks gedung sekretariat Negara, di dekat Istana kepresidenan.Jumlah koleksi milik BG terus meningkat hingga museum di Jalan Majapahit tidak dapat lagi menampung koleksinya. Pada tahun 1862, pemerintah Hindia-Belanda memutuskan untuk membangun sebuah gedung museum baru di lokasi yang sekarang, yaitu Jalan Medan Merdeka Barat No. 12 (dutu disebut Koningsplein West).Tanahnya meliputi area yang kemudian di atasnya dibangun gedung Rechst Hogeschool atau “Sekolah Tinggi Hukum” (pernah dipakai untuk markasKenpetai di masa pendudukan Jepang, dan sekarang Departemen Pertahanan dan Keamanan). Gedung museum ini baru dibuka untuk umum pada tahun 1868.Museum ini sangat dikenal di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya penduduk Jakarta. Mereka menyebutnya “Gedung Gajah” atau “Museum Gajah” karena di halaman depan museum terdapat sebuah patung gajah perunggu hadiah dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand yang pernah berkunjung ke museum pada tahun 1871. Kadang kala disebut juga “Gedung Arca” karena di dalam gedung memang banyak tersimpan berbagai jenis dan bentuk arca yang berasal dari berbagai periode.Pada tahun 1923 perkumpulan ini memperoleh gelar “koninklijk” karena jasanya dalam bidang ilmiah dan proyek pemerintah sehingga lengkapnya menjadi Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Pada tanggal 26 Januari 1950, Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen diubah namanya menjadi Lembaga Kebudayaan Indonesia. Perubahan ini disesuaikan dengan kondisi waktu itu, sebagaimana tercermin dalam semboyan barunya: “memajukan ilmu-ilmu kebudayaan yang berfaedah untuk meningkatkan pengetahuan tentang kepulauan Indonesia dan negeri-negeri sekitarnya”.Mengingat pentingnya museum ini bagi bangsa Indonesia maka pada tanggal 17 September 1962 Lembaga Kebudayaan Indonesia menyerahkan pengelolaan museum kepada pemerintah Indonesia, yang kemudian menjadi Museum Pusat. Akhirnya, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, No.092/ 0/1979 tertanggal 28 Mei 1979, Museum Pusat ditingkatkan statusnya menjadi Museum Nasional.Kini Museum Nasional bernaung di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Museum Nasional mempunyai visi yang mengacu kepada visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu “Terwujudnya Museum Nasional sebagai pusat informasi budaya dan pariwisata yang mampu mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan peradaban dan kebanggaan terhadap kebudayaan nasional, serta memperkokoh persatuan dan persahabatan antar bangsa”.BLU (Badan Layanan Umum) adalah instansi di lingkungan Pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.Pada tanggal 22 Maret 2021, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 117/KMK.05/2021, Museum Nasional ditetapkan sebagai instansi pemerintah pusat dengan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU) di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.”Dalam pola pengelolaan keuangan BLUnya, Museum Nasional Indonesia menyadari masih banyak kekurangan dalam hal pemahaman mengenai BLU maupun implementasi BLUnya.Oleh karena itu Museum Nasional Indonesia bekerjasama dengan Syncore Indonesia untuk memberikan pemahaman mengenai pola pengelolaan BLU melalui workshop PPK BLU Museum Nasional Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 23-24 Desember 2022.Sekian untuk artikel pada sesi kali ini, artikel sesi berikutnya akan membahas mengenai Workshop PPK BLU Museum Nasional Indonesia.
BUMDes Panggung Lestari Panggungharjo Sewon Bantul merupakan Badan Usaha Milik Desa yang terletak di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul yang ada di Desa Panggungharjo.SEJARAH SINGKAT BUMDES PANGGUNGHARJO SEWON BANTULBerdiri pada bulan Maret tahun 2013, BUMDes Panggung Lestari awal mula berdiri hanya memiliki satu unit usaha yaitu KUPAS atau usaha yang bergerak di bidang jasa pengelolaan lingkungan hidup. Tiga tahun kemudian atau bertepatan di tahun 2016 BUMDes ini berkembang dan memiliki tiga unit usaha yang mana diantaranya ada KUPAS, Swadesa, dan Agrobisnis. Pada tahun berikutnya yakni 2017 BUMDes Panggung Lestari berhasil mengembangkan unit usaha lainnya yang bernama Kampoeng Mataraman yang bergerak di bidang usaha wisata desa. Mengalami perkembangan yang pesat membuat BUMDes Panggung Lestari Panggungharjo ini menjadi salah satu BUMDes terbaik se Indonesia.Belum lama ini kita mengalami pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia tetapi BUMDes ini dapat bertahan dengan berinovasi pada tahun 2020. Menutup beberapa unit usaha dan pengurangan beberapa karyawan membuat BUMDes Panggung Lestari Panggungharjo menambah unit usaha baru yang bernama pasardesa.id Panggungharjo. Untuk penjualan serta pembelian online yang memudahkan warga dari Desa Panggungharjo untuk berbelanja pada tahun-tahun pandemik tersebut. Pada tahun 2021 dengan keadaan yang sudah membaik dan cukup stabil BUMDes ini membuka kembali unit usaha yang telah ditutup yakni KUPAS, Kampoeng Mataman, pasardesa.id Panggungharjo dan The Ratan.USAHA YANG DIJALANKAN BUMDES PANGGUNGHARJO SEWON BANTUL KUPASBerdiri pada tahun 2013 yang diawali dengan keprihatinan terhadap turunnya tingkat kebersihan lingkungan sekitar dikarenakan sampah yang mulai banyak. KUPAS merupakan singkatan dari Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah.Dengan berdirinya KUPAS membuat BUMDes ini memiliki unit usaha yang berfokus dalam pengelolaan sampah. Pada saat awal berdirinya pengenalan KUPAS melalui pemberdayaan masyarakat.Dan tentunya KUPAS ini mendapat penilaian positif dari Pemerintah Desa Panggungharjo. Tidak sampai disitu BUMDes ini juga melakukan kerjasama dengan Pemerintah Desa melalui program “Peduli Sampah Untuk Masa Depan Anak Cucu Kita”.Dengan slogan tersebut membawa arti secara bersama masyarakat desa untuk peduli dengan masa depan anak. Dalam pengoprasian unit usaha KUPAS berazaskan kekeluargaan dan bekerja atas dasar prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat.Disamping dalam rangka untuk mengoptimalkan potensi lokal, pengelolaan sampah ini juga dalam rangka melakukan intervensi kebijakan dalam mendorong lahirnya budaya pengelolaan lingkungan yang baru.Melalui aktivitas ini BUMDes Panggung Lestari telah membuka lapangan pekerjaan bagi 20 orang, dan kehadiran dari unit usaha ini menjadi inspirasi bagi lembaga ekonomi lain. KAMPOENG MATARAMANBerdiri tahun 2017 dengan membawa konsep desa wisata yang menghadirkan nuansa desa pada abad 19. Dalam mewujudkan ini BUMDes Panggung Lestari membuat sandang, papan, serta pangan dengan tujuan usaha hasil bentang budaya. PASARDESA.ID PANGGUNGHARJOUnit usaha ini dikembangkat atas penanganan serta cara BUMDes Panggungharjo dalam menghadapi pandemi COVID-19, yang mana ini menjadi jembatan penghubung produk lokal Desa Panggungharjo. THE RATANUnit usaha The Ratan yang merupakan hasil kerjasama antara BUMDes Panggung Lestari Panggungharjo dengan warga desa Panggungharjo. The Ratan sendiri merupakan sebuah unit usaha penyedia jasa penyewaan gedung serba guna yang diperlukan untuk berbagai kegiatan yang membutuhkan tempat yang luas.Itulah beberapa hasil yang telah dilakukan oleh BUMDes Panggung Lestari Panggungharjo melalui berbagai unit usaha yang telah mereka kembangkan sampai saat ini. Untuk lokasi sendiri dari BUMDes ini ada di Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul.