ARTIKEL

Artikel
Syncore Indonesia

Pelatihan Pelaporan Keuangan Sesuai dengan PSAK ETAP untuk Organisasi Nirlaba, Rumah Sakit, Perguruan Tinggi, BLU, Unit PKBL dan

Pelatihan Pelaporan Keuangan Sesuai dengan PSAK ETAP untuk Organisasi Nirlaba, Rumah Sakit, Perguruan Tinggi, BLU, Unit PKBL dan

Term of Reference No 352/II/SP-SYNC/2013 Pelatihan Pelaporan Keuangan Sesuai dengan PSAK ETAP untuk Organisasi Nirlaba, Rumah Sakit, Perguruan Tinggi, BLU, Unit PKBL dan UKM Latar Belakang Indonesia sebagai anggota dari G-20 telah berkomitmen untuk menerapkan International Financial Reporting Standards (IFRS) pada tahun 2012. IFRS merupakan standar akuntansi yang berlaku global dan saat ini telah diterapkan di 122 negara. Standar ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelaporan keuangan dan memudahkan investasi lintas negara. Namun standar ini cukup rumit untuk dilaksanakan oleh perusahaan kecil, sehingga Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) mengeluarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan – Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (PSAK – ETAP) yang efektif mulai berlaku pada tahun 2011, untuk mengakomodasi perusahaan dan organiasi yang kesulitan menerapkan IFRS. Perusahaan dan organisasi yang boleh menerapkan PSAK ETAP adalah perusahaan yang memenuhi persyaratan : Tidak memiliki akuntabilitas public signifikan (tidak mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia, tidak menerbitkan obligasi dll) Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal. Contoh pengguna eksternal adalah pemilik yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur, dan lembaga pemeringkat kredit. Entitas yang memiliki akuntabilitas publik signifikan dapat menggunakan SAK ETAP jika otoritas berwenang membuat regulasi mengizinkan penggunaan SAK ETAP. Poin nomor tiga telah menjadi sebuah solusi yang banyak dipilih oleh beberapa organisasi yang seharusnya menerapkan IFRS. Contohnya adalah Bank Perkreditan Rakyat, lewat Surat Edaran Bank Indonesia no 11/37/DKBU tertanggal 31 Desember 2009 tentang Penggunaaan Standar Akuntansi ETAP bagi Bank Perkreditan Rakyat. Keputusan Menteri Keuangan No 76/PMK.05/2008 tentang Pedoman Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Badan Layanan Umum pasal 2 ayat 1 menyebutkan BLU menerapkan standar akuntansi keuangan yang diterbitkan oleh asosiasi profesi akuntansi Indonesia sesuai dengan jenis industrinya (dalam hal ini mengacu pada penerapan PSAK ETAP). Sehingga seluruh rumah sakit dan perguruan tinggi milik pemerintah wajib menerapkan PSAK ETAP. Ketentuan Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor Per-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan menyebutkan Unit PKBL harus menyusun laporan keuangan dan diaudit dengan mengacu pada ketentuan Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh IAI (dalam hal ini juga mengacu pada PSAK ETAP). PSAK ETAP bersama PSAK No 45 (Revisi 2011) juga menjadi acuan pelaporan organisasi nirlaba atau LSM. Namun pengguna utama PSAK ETAP tentu saja adalah UKM. Saat ini diperkirakan ada kurang lebih 16,000 laporan keuangan setiap tahun yang harus diaudit, 400 diantaranya adalah perusahaan publik, berarti selebihnya adalah laporan yang boleh menggunakan PSAK ETAP. Belum lagi laporan yang digunakan untuk kepentingan pelaporan dan pertanggungjawaban yang tidak perlu diaudit, tentu jumlahnya akan sangat banyak. Menurut perkiraan Kementrian UMKM saat ini ada kurang lebih 500,000 UKM yang memiliki badan hukum yang harus membuat laporan keuangan minimal satu tahun sekali untuk kepentingan pelaporan pajak. Manfaat dari penerapan PSAK ETAP adalah menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas dengan mengikuti acuan standar yang relatif lebih sederhana dalam hal metode, pilihan kebijakan akuntansi dan ketentuan pelaporan yang lebih ringkas. Meskipun demikian mengingat standar ini relatif baru, maka masih perlu banyak sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, salah satunya adalah kebutuhan pelatihan yang membahas isu-isu penerapan secara praktis termasuk bagaimana menerapkan pelaporan PSAK ETAP dengan menggunakan software akuntansi. Tujuan Training Menjelaskan pokok-pokok ketentuan yang ada di PSAK ETAP Membahas permasalahan di lapangan dalam penerapan PSAK ETAP Melatih peserta menyelesaikan kasus-kasus akuntansi dengan panduan PSAK ETAP Melatih peserta menggunakan software akuntansi untuk menyusun laporan sesuai PSAK ETAP Melakukan review keuangan sederhana Peserta Pemilik / Pimpinan UKM Pimpinan/Kepala Bagian Keuangan/Staff Akuntansi Rumah Sakit BLU Pimpinan/Kepala Bagian Keuangan / Staff Akuntansi Perguruan Tinggi BLU Pimpinan/Kepala Bagian Keuangan / Staff Akuntansi Unit PKBL Pimpinan/Kepala Bagian Keuangan / Staff Akuntansi Organisasi Nirlaba/LSM Kompetensi Kompetensi Pengetahuan : Pengetahuan mendalam tentang penerapan PSAK ETAP Kompetensi Skills : Kemampuan penyelesaian kasus dengan panduan PSAK ETAP Kompetensi Skills : Kemampuan pelaporan keuangan dengan menggunakan software akuntansi Kompetensi Sikap : Kemampuan untuk pembelajaran berkelanjutan untuk update informasi dan pengetahuan tentang PSAK ETAP Waktu & Tempat Pelaksanaan Jumlah sesi : 8 Sesi x 1.5 jam = 12 jam (setara 1 sks) Tempat : menyusul Tanggal : Maret 2013 Gambaran Sesi Sesi Materi Waktu Sesi 1 Ketentuan dasar PSAK ETAP 1.5 Jam Sesi 2 Pencatatan dan Pelaporan Akun Aset 1.5 Jam Sesi 3 Working Group : Studi Kasus Pencatatan dan Pelaporan Akun Aset 1.5 Jam Sesi 4 Pencatatan dan Pelaporan Akun Liabilitas & Ekuitas 1.5 Jam Sesi 5 Pencatatan dan Pelaporan Akun Pendapatan 1.5 Jam Sesi 6 Working Group: Studi Kasus Pencatatan dan Pelaproan Akun Liabilitas dan Pendapatan 1.5 Jam Sesi 7 Pencatatan dan Pelaporan Akun Biaya 1.5 Jam Sesi 8 Working Group: Pemanfaatan Software Akuntansi untuk Pencatatan dan Pelaporan sesuai dengan PSAK ETAP 1.5 Jam Total 8 Sesi 12 Jam Trainer Rudy Suryanto, SE.,M.Acc.,Ak · Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta · Managing Director Syncore Consulting · Kepala Pusat Pengembangan Akuntansi FE UMY (BAIC PPA FE UMY) · Konsultan Pusat Manajemen dan Pelayanan Kesehatan (FK UMY) Pendidikan · S1- Akuntansi FE UGM · S2 - Master of Accounting University of Melbourne Pengalaman Kerja · Senior Auditor Pricewaterhouse Coopers (2004-2005) · Senior Auditor Ernst & T

Trend Bisnis - 5 Hal yang harus diperhatikan Pemilik & Pemimpin Bisnis di 2013

Trend Bisnis - 5 Hal yang harus diperhatikan Pemilik & Pemimpin Bisnis di 2013

Tahun 2012 baru saja lewat. Apakah anda sudah mengevaluasi laporan keuangan 2012? Apakah ada peningkatan laba di tahun 2012 dibanding tahun sebelumnya? Menurut perhitungan kami tahun 2012, seharusnya perusahaan bisa meraih kenaikan laba sebesar 18%. Perhitungan kami adalah pertumbuhan ekonomi di Indonesia sebesar 6% per tahun, paling tidak akan memberikan kontribusi kenaikan laba sebesar 3 kalinya. Apabila laba perusahaan anda tidak naik atau naik tetapi kurang dari 18%, maka pasti ada yang hal yang perlu dibenahi dari bisnis anda? Berikut ini kami memberikan beberapa analisa tentang 5 faktor yang perlu anda perhatikan untuk review kinerja tahun 2012 dan merancang strategi di tahun 2013. 1. Perubahan Landskap Bisnis dan Re-positioning Perusahaan Indonesia dan juga hampir seluruh bagian di dunia tengah mengalami sebuah pergeseran yang sangat besar. Indonesia tengah mengalami masa-masa pertumbuhan ekonomi yang sangat mengesankan. Pada tahun 2012, Indonesia tumbuh 6% dan pertumbuhan tersebut adalah pertumbuhan ekonomi tertinggi no 2 di dunia setelah Cina. Pendapatan perkapita Indonesia telah naik menjadi $3,000 sehingga terjadi lonjakan kelas menengah sebesar 100 juta orang !. Pertumbuhan kelas menengah tersebut membuat lonjakan permintaan domestik yang luar biasa. Peluang yang sangat besar tersebut telah mengundang banyak pengusaha untuk bermain, baik dari dalam maupun luar negeri. Banyaknya pemain besar yang masuk, membuat persaingan menjadi semakin sengit. para pemain yang tidak siap akan tersingkir. Saat ini adalah saat yang tepat untuk mengevalusi posisi kita di pasar. Apakah pilihan kita tetap di bisnis yang saat ini kita geluti telah tepat? Atau kita perlu melakukan pengembangan dan diversifikasi? A. Contoh nyata adalah bagaimana Modern Foto, yang memiliki lisensi cetak film Fuji di Indonesia. Seiring dengan menurunnya bisnis cetak foto, karena semakin berkembangnya teknologi digital camera, maka mereka melakukan repositioning dengan membeli franchise 7-Eleven, dan mengubah gerai cetak foto fuji menjadi gerai 7-Eleven. Perubahan bisnis ini terbukti sangat tepat. Contoh lain adalah Sampoerna yang keluar dari bisnis rokok dan masuk bisnis perkebunan, property dan bisnis prospektif lainnya. Hal tersebut tidak hanya terjadi di bisnis-bisnis besar. Saat ini banyak pemilik warnet yang mengubah bisnisnya ke bisnis property dengan membangun ruko atau membangun kos-kosan. Banyak toko besi yang juga masuk ke bisnis property. Artinya pabila kita gagal dalam membaca kekuatan dan arah trend di masa depan maka kita akan tergilas oleh perubahan 2. Sunshine vs Sunset Industry Anda tidak bisa melawan tren. Kecuali anda adalah perusahan trend setter seperti Apple atau Google. Pemimpin perusahaan saat ini harus peka dalam membaca trend bisnis dan industri. Ada beberapa industri yang dahulu primadona, namun sekarang meredup. Tetapi sebaliknya ada beberapa bisnis dan industri baru yang cepat sekali berkembang. Bisnis dan industri apa yang tengah berkembang, dan bisnis atau industri apa yang meredup? Seperti ulasan kita yang telah dimuat di Tabloid Business Opportunity, maka bisnis yang sedang booming dan diperkirakan trendnya akan terus positif di tahun 2013, adalah bisnis-bisnis terkait lifestyle. Seiring dengan lonjakan kelas menengah di Indonesia, maka ada kenaikan trend untuk makan di luar, fashion dan tamasya. Hal ini tentu mendorong kenaikan yang sangat signifikan dalam bisnis pakaian dan pernik-perniknya, bisnis kuliner dan bisnis traveling. Namun, selain ada kenaikan positif di industri tersebut, juga ada penurunan di bisnis-bisnis tertentu. Ironis dengan naikknya bisnis fashion, bisnis garmen justru gulung tikar. Bisnis garmen di Indonesia kurang efisien, karena mesin-mesin produksi yang sudah tua. Bisnis yang masuk Sunshine area adalah property, kuliner, travel dan jasa. Sedang bisnis yang masuk sunset adalah garmen, mebel dan transportasi. 3.Channel Distribution Pola persaingan di era saat ini menggedepankan fleksibility, speed and convenience. Era persaingan dengan mengedepankan semata-mata harga akan mulai ditinggalkan. Apabila kita melihat mengapa Indomaret dan Alfamaret bisa menjamur kemana-mana? Apakah karena harga murah? Tentu bukan tetapi lebih karena kenyamanan. Setiap kita masuk di Indomaret kita disuguhi setting yang sama, jadi kita bisa cepat menemukan barang yang kita cari. Mayoritas pembeli Indomaret adalah orang-orang yang baru saja pulang dari kerja. 4.Speed & Sensitivity Selain speed, sensitivity sekarang jadi salah satu kunci memenangkan persaingan. Bagaimana kita bisa merasakan dan simpati terhadap kebutuhan dan keinginan customer kita. Tentu ini hanya bisa didapat dengan melibatkan customer secara intens dalam proses bisnis kita. Bagaimana suara mereka bisa didengar dan dimasukkan sebagai upaya perbaikan proses dan produk. Hal ini mengarah pada upaya pelibatan customer dalam proses perusahaan, hal yang saat ini dikenal dengan sebutan crowd management. 5.Technology Technology telah merevolusi cara orang bertindak dan bertingkah laku. Sebelum adanya handphone, facebook, twitter, blackberry messenger pola komunikasi adalah lebih bersifat langsung dan one on one. Perubahan cara komunikasi membuat perubahan cara berbisnis, karena customer sebelum memutuskan untuk bertransaksi tentu akan berkomunikasi terlebih dahulu. Perusahaan-perusahaan yang kurang membuka diri terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tentu akan ditinggalkan pelanggannya. Kita lihat bagaimana Borders jaringan toko buku terbesar di AMerika Serikat bangkrut karena gagal mengantisipasi toko buku online seperti Amazon. Anda punya insight yang lain? Bisa kita diskusikan lebih lanjut.

Transformasi Perusahaan Keluarga Menjadi Perusahaan Profesional

Transformasi Perusahaan Keluarga Menjadi Perusahaan Profesional

Sejak awal SYNCORE berdiri sampai saat ini, mayoritas klien yang kami tangani adalah perusahaan keluarga. Perusahaan tersebut awalnya didirikan karena profesi, hobby atau kebetulan, tanpa pernah menyangka akan menjadi besar. Pada awalnya yang direkrut menjadi karyawan adalah orang-orang dekat, apakah itu saudara, teman, atau tetangga. Pengelolaan perusahaan mengandalkan aspek kepercayaan dan saling gotong royong. Tidak ada job desc. Tidak ada jenjang karir dan tidak ada sistem remunerasi, bahkan tidak ada kontrak atau status karyawan. Ketika perusahaan lambat laun perusahaan mulai membesar timbul masalah. Pemilik perusahaan mulai harus merekrut profesional untuk mengisi posisi dengan keahlian khusus seperti keuangan, manager, HRD dan tenaga ahli lainnya. Timbul pergesekan antara orang lama dan orang baru. Pemilik dihadapkan pada dilema, apakah harus mempertahankan dan menghargai loyalitas, atau kompetensi? Pada banyak kasus yang kita tangani, pemilik perusahan tidak bisa lepas dari kebiasaan lama. Orang-orang yang baru direkrut menjadi tidak tahan, kemudian keluar. Pemilik menjadi pusing, bisnis menjadi ribet. Penjualan terus naik, tetapi laba tidak didapat karena pengeluaran tidak terkontrol. Bisnis tidak berkembang, dan pemilik sangat terbatas dalam upaya mengembangkan perusahaan. Mau buka cabang menjadi terkendala, karena system belum terbangun. Mau mengambil utang bank juga terkendala karena tidak ada catatan keuangan yang baik. Selanjutnya mereka memanggil kita, dan kita telah kemudian cukup berpengalaman mengurai masalah-masalah tersebut dan mengembangkan metodologi untuk mengatasi masalah-masalah tersebut seara terpadu dan mengurangai dampak benturan dengan orang/pola lama. Apakah anda memiliki masalah yang sama? Bagaimana strategi anda memecahkan masalah tersebut?

Sosialisasi SOP Keuangan Perguruan Tinggi BLU - PIP Makasar

Sosialisasi SOP Keuangan Perguruan Tinggi BLU - PIP Makasar

Pada 30 - 31 Oktober 2012, telah dilaksanakan Sosialisasi sekaligus Pemetaan Penyusunan SOP Keuangan Perguruan Tinggi BLU di Politeknik Ilmu Pelayaran Makasar

Konsultan Keuangan untuk Penyusunan Laporan Keuangan

Konsultan Keuangan untuk Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan elemen penting dalam pengelolaan perusahaan. Laporan keuangan berfungsi sebagai indikator untuk kesehatan dan kinerja perusahaan. Kesehatan perusahaan tercermin dari perbandingan harta dan kewajiban perusahaan. Sedangkan kinerja perusahaan terlihat dari bagaimana perusahaan mendapatkan profit. Selain itu laporan keuangan juga menunjukkan kemampuan perusahan dalam mengelola kas yang ada. Selain berfungsi secara internal, laporan keuangan juga memiliki fungsi eksternal dalam hal untuk pertanggungjawaban kepada pemegang saham, ataupun melengkapi syarat pengajuan kredit. Sering orang berfikir bahwa laporan keuangan adalah laba rugi atau transaksi kas keluar masuk. Sehingga ketika ditanya, apakah anda memiliki laporan keuangan, mereka spontan menjawab iya, padahal yang mereka miliki masih pembukuan sederhana. Memang ada beberapa tahapan yang harus dilalui untuk bisa menghasilkan laporan keuangan yang terdiri dari Neraca Laba Rugi Arus Kas Laporan Perubahan Modal Catatan Atas Laporan Keuangan . Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) adalah bagian yang tidak terpisahkan dari suatu laporan keuangan. CALK ini terdiri dari informasi umum perusahaan, kebijakan akuntansi yang diterapkan di perusahaan dan rincian dari masing-masing akun / rekening dalam laporan keuangan. Untuk itu diperlukan suatu system untuk bisa menghasilkan laporan keuangan seperti diatas. Karena satu komponen dengan komponen lain dalam laporan keuangan saling terhubung, contoh Jumlah Asset harus sama dengan jumlah kewajiban ditambahkan modal Jumlah modal saat ini harus sama dengan jumlah modal awal ditambah laba ditahan sampai dengan awal periode ditambah laba periode berjalan. Laba periode berjalan di neraca harus sama dengan laba bersih di laporan laba rugi Jumlah kas saat ini harus sama dengan jumlah kas tahun lalu ditambah kenaikan/penurunan kas di laporan arus kas. Kami telah membantu beberapa perusahan untuk menata dan mendampingi proses penyusunan laporan keuangan. Proses ini kami lakukan secara bertahap, sehingga pada akhirnya staff perusahaan bisa mandiri dalam menyusun laporan keuangan. Proses penyusunan laporan keuangan tersebut dilakukan dengan menggunakan software yang kami kembangkan sendiri yaitu SYNCORE PRO dan SYNCORE GENIO. Apabila anda tertarik dengan jasa kami tersebut, silahkan menghubungi admin@syncore.co.id atau kontak via telepon di 0812299-111-97.

Konsultan Keuangan untuk Penyusunan SOP

Konsultan Keuangan untuk Penyusunan SOP

Perusahaan atau organisasi nirlaba saat ini semakin sadar tentang pentingnya SOP. SOP atau standard operational procedur adalah dokumen tertulis yang berisi panduan untuk urut-urutan, tata kerja, dokumentasi dan pelaporan. SOP menjadi penting karena perusahaan saat ini dituntut untuk berjalan by system bukan by person. SOP itu sendiri terbagi menjadi beberapa bagian, antara lain SOP Pelayanan Prima SOP Operasional SOP Keuangan SOP HRD Kami memiliki pengalaman membantu beberapa perusahaan untuk menyusun SOP Keuangan. Pertanyaan yang umum muncul adalah bagaimana cara SYNCORE membantu penyusunan SOP? Kami telah memiliki template / referensi tentang SOP Keuangan di berbagai jenis usaha. Namun kami sadar bahwa setiap perusahaan memiliki kharakteristik dan kebutuhan berbeda-beda. Untuk itu kami selalu memulai penyusunan SOP dengan melakukan mapping (pemetaan terlebih dahulu). Kami melakukan mapping dengan melakukan telaah terhadap dokumen-dokumen yang ada dan wawancara dengan Direktur, Manajer maupun staff-staff kunci. Hasil dari pemetaan tersebut adalah gambaran tentang kebutuhan, ekspektasi, kendala dan gambaran SOP yang akan dihasilkan. Tahap selanjutnya kami akan melakukan disain berdasarkan data-data dan pemetaaan yang telah berhasil dilakukan tersebut, dengan menggunakan kerangka yang kami kembangkan seperti tergambar dalam gambar berikut ini: Hasil dari SOP Keuangan adalah dokumen tertulis berbentuk buku. Ada dua buku yaitu Buku 1 - Pedoman Kebijakan Keuangan dan Akuntansi a. Umum b. Prinsip-prinsip akuntansi c. Kebijakan akuntansi d. Lampiran 1 – Setting Organisasi e. Lampiran 1 - Code of Account (COA) Buku 2 - Prosedur Akuntansi dan Keuangan a. Pendahuluan & Kebijakan Umum b. Sistematika SOP c. SOP Pendapatan d. SOP Pengeluaran Kas e. SOP Pembelian f. SOP Persediaan g. SOP Aktiva Tetap h. SOP Penggajian i. SOP Tutup Buku j. SOP Pendanaan k. SOP Investasi Pertanyaan berikutnya yang sering ditanyakan adalah berapa anggaran penyusunan SOP Keuangan tersebut. Pada prinsipnya kami bisa menyesuaikan anggaran penyusunan SOP sesuai dengan anggaran perusahaan. Anggaran tersebut besar kecilnya ditentukan oleh besar kecil perusahaan, waktu yang diperlukan untuk pengumpulan data dan pengolahan data dan tingkat kesulitan. Apabila anda butuh informasi lebih lanjut, bisa menghubungi admin@syncore.co.id atau kontak 081-2299-111-97

Konsultan Keuangan untuk Audit Internal

Konsultan Keuangan untuk Audit Internal

Perusahaan saat ini semakin sadar bahwa persaingan usaha semakin sengit sehingga harus semakin hati-hati dan waspada dalam mengelola perusahaan. Salah satu aspek kehati-hatian dan kewaspadaan adalah dengan memiliki satuan audit internal. Apalagi ketika perusahaan telah berkembang dari satu cabang ke cabang-cabang berikutnya, atau membuka suatu divisi baru. Namun seringkali pemilik atau manajemen perusahaan tidak mengetahui bagaimana cara untuk melakukan audit internal dengan benar. Sehingga seringkali diperlukan konsultan untuk membentuk, melatih atau melakukan fungsi audit internal tersebut. Fungsi audit internal meliputi perencanaan audit tahunan, pelaksanaan audit, pelaporan dan monitoring rekomendasi audit. Saat ini pun fungsi audit internal telah bergeser, bukan menjadi 'polisi internal' tetapi menjadi mitra strategis. Hal ini berangkat dari kesadaran bahwa apabila fungsi audit internal hanya mencari-cari kesalahan, maka perbaikan berkelanjutan tidak akan pernah terjadi. Sehingga perlu ada pendekatan yang lebih strategis dalam menjalankan fungsi audit internal tersebut. Salah satu praktek terbaik audit internal adalah audit internal berbasis resiko. Audit internal berasis resiko akan membantu manajemen dalam memetakan area-area mana yang paling beresiko, sehingga layak menjadi perhatian ekstra. Pendekatan ini terbukti efektif untuk mengelola resiko perusahaan yang sedemikian kompleks, dan disisi lain personil auditor internal di perusahaan terbatas baik jumlah maupun kemampuannya. Apabila anda memerlukan bantuan konsultasi untuk pelaksanaan audit internal, baik insidentil misalnya triwulanan, semesteran atau tahuhan, atau audit internal rutin bulanan, anda bisa menghubungi kami di admin@syncore.co.id atau telepon ke 0812299-111-97

Software Billing (POS) terintegrasi dengan Software Akuntansi  - SYNCORE POS PRO

Software Billing (POS) terintegrasi dengan Software Akuntansi - SYNCORE POS PRO

Usaha distribusi barang (distributor) atau penjualan retail merupakan usaha yang tidak ada matinya. Namun kompetisi di bidang usaha ini sangatlah ketat. Hal ini disebabkan karena modal yang dibutuhkan tidak terlalu banyak dan jenis usaha ini relative mudah dijalankan, sehingga dari waktu ke waktu terus bermunculan pemain-pemain baru di industri distribusi dan retail. Konsekuensinya adalah masing-masing pemain harus terus berinovasi untuk bisa menyediakan barang yang berkualitas, dengan harga yang murah dan pelayanan memuaskan. Salah satu strategi yang banyak dipilih untuk bisa mencapai ketiga hal diatas adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi atau software. Penggunaan software dalam mengelola usaha distribusi atau retail, akan membantu pemilik dan manajemen dalam mengelola tiga hal pokok yaitu Penjualan Persediaan Piutang Berdasarkan pengalaman kami mendampingi klien-klien kami di bidang distribusi dan retail, maka kami merancang dan membangun software billing yang terintegrasi dengan software akuntansi , yang kami sebut SYNCORE POS-PRO. SYNCORE POS-PRO tepat sekali untuk membantu manajemen mengelola ketiga hal pokok di bidang distribusi dan retail. SYNCORE POS-PRO merupakan satu dari sedikit software billing di Indonesia yang bisa terintegrasi dengan software akuntansi supaya otomatis bisa tersusun laporan keuangan. Menggunakan Software SYNCORE POS PRO, pengelolaan penjualan bisa dilakukan lebih mudah, akurat dan lengkap. Transaksi penjualan langsung bisa terekam dan diolah menjadi laporan penjualan dan laporan keuangan. Penggunan software juga akan meningkatkan pengendalian internal anda, karena semua transaksi terekam dengan system. Apabila masih menggunakan pencatatan manual, mudah sekali terjadi manipulasi nota penjualan. Pengelolaan persediaan juga akan lebih baik. Barang masuk dan keluar bisa dimonitor lewat system. Sehingga posisi stok barang bisa langsung diketahui. Selanjutnya monitoring piutang. Lewat Kartu Piutang, posisi piutang masing-masing customer juga bisa diketahui dengan muda. Selain itu analisa piutang yang dikeluarkan oleh system juga bisa menunjukkan pengelompokkan piutang berdasarkan umur piutang. Manajemen akan memiliki fokus untuk segera menyelesaikan piutang-piutang lama. Lihat demo berikut ini Apabila anda tertarik atau memerlukan informasi lebih lanjut bisa menguhubungi admin@syncore atau telepon 0274-488599 atau 0812299-111-97 SYNCORE siap memajukan industri retail Indonesia !

Pelatihan Konsultan Keuangan Mitra Bank

Pelatihan Konsultan Keuangan Mitra Bank

Konsultan SYNCORE mengikuti pelatihan Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) yang diadakan oleh BI bekerjasama dengan Business & Accounting Innovation Center (BAIC) UMY. Pelatihan selama 3 hari tersebut diisi oleh trainer-trainer profesional yang telah lama berkecimpung sebagai konsultan keuangan mitra bank. KKMB sendiri dibentuk oleh BI, Kementrian UKM dan Kementrian Perdagangan pada tahun 2000 untuk membantu UKM dalam mengakses fasilitas perbankan. KKMB memiliki jaringan di seluruh Indonesia dan telah membantu ribuan UKM untuk mengakses kredit perbankan. Konsultan SYNCORE yang telah terbiasa mendampingi UKM, terutama untuk penataan keuangan merasa sangat antusias dengan pelatihan ini. Desta Galang dan Seto Ari Wibowo, konsultan SYNCORE, yang intensif mengikuti pelatihan ini menyatakan pelatihan ini sangat bagus dalam memberikan kerangka komprehensif untuk membuat UKM naik kelas yaitu dari non bankable menjadi bankable. Selain itu pelatihan ini membagi tips-tips di lapangan dan kendala-kendala dalam mendampingi UKM. Tindak lanjut dari pelatihan ini SYNCORE akan bekerjasama secara erat untuk membantu UKM mendapatkan pendanaan dari bank atau sumber-sumber pendanaan yang lain. Saat ini banyak sekali dana untuk UKM, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang setiap tahun mencapai kurang lebih 20 trilyun dan terus meningkat. Selain itu ada dana Program Kemitraan Bina Lingkungan, yaitu kredit dengan bunga 6% per tahun dari penyisihan laba perbankan.